Anggaran Perserang Membengkak Imbas Virus Corona

SERANG – Ditundanya Liga 2 2020 tanpa kejelasan, membuat anggaran Perserang membengkak. Hal ini disampaikan Manajer Laskar Singandaru, Babay Karnawi.

Kata dia, kebutuhan tim untuk satu musim antara enam sampai tujuh miliar. Rincian untuk per bulannya kurang lebihnya menghabiskan dana minimal Rp 600 juta.

“Sekarang kan di tunda tanpa kepastian akibat pandemic virus corona. Otomatis, uang yang dibutuhkan semakin banyak. Pemain tidak kami liburkan. Tetap di mes dan menjalani latihan secara tertutup,” papar pria yang kerap disapa Jibay oleh rekan-rekannya itu, Minggu (25/3/2020).

Soalnya, dirinya takut bila diliburkan, akan mengganggu performa pemain. Jadi, lebih baik di jaga ritmenya saja. “Untuk mengatasi pembengkakan keuangan, biarlah jadi urusan manajemen. Kami akan cari solusi terbaik yang penting gaji pemain, ofisial, pelatih, juru masak dan lain-lain tidak terbengkalai,” ucapnya.

Alasan selanjutnya penggawa tidak diliburkan, karena surat kesepakatan bersama PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menyatakan kompetisi Liga 2 ditunda atau dijeda hanya dua pekan saja sampai 29 Maret mendatang.

Tapi, kata dia, bila ada surat resmi dari keduanya yang menyatakan kompetisi musim 2020 dibatalkan, maka seluruh pesepakbola akan diliburkan. Skuat dibubarkan.

“Hal tersebut tertuang dalam kontrak kerja pemain. Tidak masalah,” ujarnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang itu kini menekankan, agar Idang Novriza Ali dkk utuk menjaga diri dengan baik supaya tidak terjangkit virus corona.

Caranya, tingkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan jangan keluar dari mes sembarangan serta terus menggunakan masker.

Sementara langkah Singa berbeda dengan saudara mudanya yakni Cilegon United. Pekan lalu, skuat Laskar Geger Cilegon 2020 resmi dibubarkan oleh CEO Yudhi Aprianto. (jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.