Gaji Pemain Perserang akan Dipangkas 50 Persen

SERANG,jejakbanten.com – Kompetisi Liga 2 Indonesia diwacanakan kembali bergulir pada Oktober mendatang, pasca ditunda akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun, operator pertandingan yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) akan memberlakukan kesepakatan berbeda dalam hal gaji pemain.

Di mana hak para penggawa akan dipangkas 50 persen dari perjanjian awal. Itu disebabkan, klub tidak memiliki pemasukan dan hanya mengandalkan subsidi dari PT LIB sebesar Rp 800 juta.

Hak tersebut mencuat saat rapat video conference antara PT LIB,PSSI,dan peserta Liga I dan Liga 2 beberapa waktu lalu.

“Ya, wacananya demikian. Akan ada pemotongan gaji 50 persen. Soalnya, klub juga tak ada pemasukan dan hanya mengandalkan subsidi,” papar Babay Karnawi, Manajer Perserang.

Namun, dirinya belum menyampaikan kepada para pesepakbola. “Nanti saja, bila regulasi dan aturannya sudah benar-benar fiks, baru diberitahu ke pemain. Sekarang baru usulan, bisa disepakati bisa tidak,” ucapnya.

Sementara Kapten Perserang, Idang Novriza Ali menyatakan, ingin PT LIB, PSSI, dan APPI mengkaji ulang usulan pemangkasan honor sampai 50 persen. “Kalau bisa jangan segitu lah, kan gaji kami tidak besar. Minimal 60 persen bisa terimanya. Kami juga terdampak Covid-19. Semoga manajemen klub punya pertimbangan berbeda,” tutur Idang.

Meski demikian, pemintaanya bukan keputusan mutlak yang tidak bisa berubah. “Bisa saja 50 persen. Tapi harus dibayar penuh langsung tiga bulan. Jangan dicicil. Apalagi, Liga 2 nanti formatnya berbeda. Home tournament dan hanya lima kali main bila tak lolos. Kalau lanjut terus berlaga,” pungkasnya.(ar/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.