Distan Kota Serang Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

SERANG,jejakbanten.com – Jelang Idul Adha 1441 Hijriah, Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di sejumlah titik.

Kegiatan itu dilaksanakan, untuk memastikan bahwa semua hewan kurban dalam keadaan sehat dan layak jual.

Petugas sendiri mengecek mata, gigi, hidung, dan mulut, serta umur hewan kurban.

Dari hasil pemantauan, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Distan Kota Serang, Siswati menjelaskan, menemukan lima ekor hewan mengidap penyakit mata dan 11 ekor terkena penyakit gudig sekitar mulut.

“Yang kena domba. Tapi, saya pastikan tetap bisa di jual ke konsumen karena kategorinya masih penyakit ringan. Sedangkan untuk hewan sapi dan kerbau tidak ada ditemukan apa-apa,” katanya kepada awak media disalah satu lapak penjual hewan kurban di lingkungan Cipocok Jaya, Rabu (15/7/2020).

Untuk hewan yang kondisinya tidak sehat, ia menyarankan agar penjual memisahkan terlebih dahulu supaya diberikan obat khusus sampai sembuh.

“Kalau sakit mata dan sebagainya, biasanya karena mungkin perjalanan jauh. Makanya kita sarankan untuk dipisah dan diobatin dulu. Nanti bila sudah sembuh bisa di jual kembali,” ucapnya.

Pada kesempatan yang ada, Siswati membeberkan, pada 2019 lalu ada 61 lapak penjual hewan kurban di Kota Madani. Tapi, untuk 2020 belum ada pendataan valid.

“Belum tau tahun ini ada berapa. Kemungkinan ada yang tidak buka lapak akibat pandemi virus corona atau Covid-19,” bebernya.

Selain pemeriksaan hewan kurban, Distan pun melakukan pengawasan perdagangan. Penjual dan pembeli harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Seperti cuci tangan pake sabun, pedagangnya pake masker, sarung tangan, dan jaga jarak,” jelasnya.

Sementara salah satu pemilik lapak hewan kurban, Rahman Taufik mengaku senang dengan adanya pemeriksaan dari Distan Kota Serang. Sehingga kesehatan  hewan kurban yang dijualnya jadi diketahui.

“Sangat menguntungkan sekali, pembeli jadi tidak was-was hewan kurbannya bermasalah. Semua hewan kurban saya sudah di periksa. Kambing saya ini dari garut, sapi sama kerbau itu dari Jawa tengah,” terangnya.

Sementara untuk harga, ia memastikan tidak ada kenaikan. Untuk kambing kisaran dua sampai enam juta rupiah per ekor. Sedangkan sapi dari Rp 18 juta hingga Rp 35 juta.

“Saya pun menawarkan hewan kurban melalui media sosial Facebook, dengan memosting gambar kambing serta beratnya. Meski penjualan ada penyusutan dari biasanya bisa terjual tiga sampai 10 ekor setiap hari, tapi tetap disyukuri saja,” pungkasnya.(ql/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.