SDN Banjarsari 2 Terapkan Tiga Metode Pembelajaran di Tengah Pandemi

SERANG, jejakbanten.com – Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, SDN Banjarsari 2 Kota Serang menerapkan tiga metode pembelajaran kepada peserta didik. Yakni dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring), dan guru berkeliling atau disingkat guling.

Kepala SDN Banjarsari 2, Ahmad Badruddin mengatakan, ketiga sistem pembelajaran tersebut sengaja dilakukan agar semua siswa dapat menerima pelajaran yang sama.

Ia menceritakan, bila daring, tidak semua murid memiliki smartphone dan terkadang jarang yang membaca saat diberi tugas melalui grup Whats App. Lalu, ada juga siswa atau wali murid yang memilih luring dengan cara mengambil tugas kepada guru yang dikembalikan setiap minggu.

Dan sistem guling diterapkan lantaran banyak peserta didik yang mengalami kendala saat mata pelajaran matematika. “Mereka tidak mengerti kalau hanya mengirim video tentang metode pembelajaran atau diberi tugas. Pihak guru pun berinisiatif membuat metode guling dengan membuat jadwal mendatangi kelompok belajar sebanyak lima orang tiap kelompoknya dan dilaksanakan di majelis taklim atau di rumah warga,” bebernya.

“Namun semenjak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka sistem itu tidak dilaksanakan kembali dan menggunakan metode luring,” jelasnya.

Dikatakan dia, kebanyakan orang tua pun sebetulnya menginginkan metode pembelajarannya tatap muka. Terbukti dengan surat pernyataan pada saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menerapkan metode pembelajaran secara tatap muka selama dua hari, antusisas wali siswa cukup tinggi.

Akan tetapi karena pemerintah menerapkan kebijakan PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19, sehingga harus ditaati. (opk/bs/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.