Perserang Dipastikan Bertahan di Liga 2

SERANG,jejakbanten.com – Setelah dipastikan gagal lolos ke babak delapan besar Liga 2 2021, Perserang juga memastikan bertahan di Liga 2 musim depan. Posisi Laskar Singandaru sudah terkunci di peringkat empat Grup B meski masih menyisakan satu pertandingan.

Peringkat Si Biru Langit (julukan lain Perserang) di urutan empat klasemen sudah tidak mungkin terkoreksi oleh dua tim di bawahnya. PSKC Cimahi yang dalam laga terakhirnya meraih hasil seri melawan Dewa United, bertengger di tempat kelima dan sudah tak mungkin menggeser Singa.

Sedangkan Badak Lampung FC yang berada di juru kunci, sudah pasti terdegradasi karena tak mungkin lagi mengejar peringkat PSKC Cimahi.

Hingga menuntaskan pekan kesembilan Liga 2, Perserang yang tergabung di pool B punya koleksi 10 poin, sementara PSKC Cimahi tujuh poin dan Badak Lampung empat poin. Meski Perserang kalah dan PSKC Cimahi menang di duel terakhir, Laskar Sangkuriang sudah tak mungkin naik peringkat karena kalah head to head dari Laskar Singandaru.

Hal yang sama berlaku untuk Badak Lampung yang mentok di juru kunci meski masih berpeluang menyamai torehan poin PSKC Cimahi di pertarungan terakhir. Penyeybabnya adalah head to head yang dijadikan parameter utama penentuan posisi ketika ada klub yang punya poin sama.

Menanggapi hasil tersebut, Manajer Perserang, Babay Karnawi mengakui tak cukup puas dengan hasil yang sudah diraih skuatnya. Meski demikian, dia bersyukur dapat mencapai posisi sekarang setelah sejumlah persoalan yang menimpa tuguh tim saat kompetisi berjalan.

“Sebenarnya hasil itu tentu cukup mengecewakan buat saya, pemain dan para pendukung Perserang. Tetapi bila melihat berbagai hal yang terjadi saat kompetisi berjalan, hasil ini patut kita syukuri,” kata manajer yang biasa disapa Jibay tersebut.

Seperti diketahui, Singa sempat membuat heboh jagat sepakbola tanah air setelah memecat lima orang pemainnya yang terindikasi terlibat match fixing. Klub pun terpaksa mengganti pelatih setelah pelatih sebelumnya, Putut Widjanarko mengundurkan diri sehingga harus mencari pelatih baru.

Lalu sempat terluka oleh kekalahan kontroversial atas RANS Cilegon FC. Atas kekalahannya, Si Biru Langit melaporkan perangkat pertandingan yang memimpin bentrok itu kepada PSSI karena dianggap mengesahkan gol yang tidak sah.

Meski sudah terkunci di peringkat empat dan tidak mungkin digeser tim lain di bawahnya, Jibay menyatakan akan tetap menjalani pertempuran terakhir dengan sepenuh hati. Selain ingin memberikan kemenangan bagi para pendukung Perserang di partai terakhirnya musim ini, juga punya misi balas dendam atas kekalahan dari Badak Lampung di putaran pertama.

“Tentu kami tetap mengincar kemenangan di pertarungan terakhir. Karena laga yang mempertaruhkan harga diri sepakbola Kabupaten Serang,” pungkasnya.(ar/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.