Kompak Jaga Lingkungan, SDN Taktakan 2 Bersiap Melangkah ke Adiwiyata Tingkat Provinsi

SERANG, jejakbanten.com – Kompak dalam menjaga dan merawat lingkungan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taktakan 2, Kota Serang siap untuk melangkah pada Adiwiyata tingkat Provinsi Banten.

Ketua Adiwiyata SDN Taktakan 2, Khaerudin menyampaikan sebelum beranjak ketingkat provinsi, pada tahun ini SDN Taktakan 2 sudah mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Serang tahun 2021.

“Pada tahun ini kami mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Serang, sampai saat ini kami masih berbenah dan terus meningkatkan apa-apa yang masih menjadi kekurangan,” ucapnya, kepada wartawan. Selasa (21/12/2021).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan setelah dinyatakan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Serang, pihaknya diminta untuk lanjut ketingkat provinsi. Berbagai cara dilakukan sekolah dimulai dari menumbuhkan rasa kebersamaan merawat dan menjaga lingkungan agar terciptanya lingkungan sekolah yang asri sesuai dengan tujuan Adiwiyata.

“Tingkat provinsi akan lebih berat lagi pastinya, tetapi kami optimistis bisa meraih penghargaan sekolah Adiwiyata pada tingkat provinsi. Yang pasti rasa optimis kami merupakan perwujudan dari bentuk kebersamaan bahu-membahu warga sekolah dalam melestarikan lingkungan,” imbuhnya.

Kemudian, untuk memastikan sekolah siap mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat provinsi, Khaerudin menjelaskan, tata lingkungan sekolah harus diperhitungkan mulai adanya taman hijau, warung hidup yang dipenuhi sayuran, apotik hidup yang bisa diperuntukkan menjadi obat tradisional, green house dan bahkan drainase harus tetap diperhatikan.

“Tata lingkungan harus benar-benar diperhatikan, mulai dari Sarana dan Prasarana (sarpras) inti sampai dengan penunjang. Hanya ada beberapa komponen yang belum terpenuhi seperti sumur resapan, kami akan mengupayakan itu kalaupun tidak kami membutuhkan pihak yang bisa bekerjasama perihal ini,” ungkapnya.

Bukan hanya sarpras yang menjadi skala prioritas sekolah, tetapi ada yang lebih penting dari itu. Ia mengatakan dalam gerakan Peduli Berbudaya dan Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS) pada sekolah Adiwiyata artinya untuk meningkatkan kualitas sekolah yang miliki kepedulian terhadap lingkungan berawal pada warganya terlebih dahulu.

“Kepedulian pada lingkungan sekolah harus menyeluruh bagi warga sekolah, dimulai dari kepala sekolah, guru, murid sampai wali murid semua saling berkesinambungan,” ujarnya.

Senada disampaikan, Kepala SDN Taktakan 2, Mad Yani mengatakan budaya dalam menjaga lingkungan dan memiliki rasa peduli terhadap kebersihan dan kesehatan memang sudah menjadi budaya sekolah. Menjaga lingkungan agar tetap lestari sudah menjadi kebiasaan warga sekolah.

“Kebiasaan menjaga lingkungan sudah kami lakukan sejak lama, jadi warga sekolah sudah bisa menerapkan sebelum kami dikatakan sebagai calon sekolah Adiwiyata. Itupun menjadi tujuan utama sekolah Adiwiyata menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Adapun penghargaan Adiwiyata merupakan reward atas apa yang sudah dilakukan” jelasnya.

Terakhir, pihaknya mengungkapkan penilaian Adiwiyata tingkat provinsi menjadi hal yang membanggakan bagi sekolah. Tetapi, lebih bangga lagi peduli berbudaya terhadap lingkungan tetap terawat pada masing-masing warga sekolah.

“Harapan kami yang paling besar rasa peduli terhadap lingkungan dapat menjadi karakter warga sekolah, melekat dimanapun mereka berada. Penghargaan Adiwiyata menjadi nilai tambah yang sama-sama kita raih,” pungkasnya. (fjr/bs/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.