Sosok Guru Inspiratif, Sahad Sukses Kembangkan Tanaman Hidroponik

SERANG, jejakbanten.com – Sahad merupakan sosok guru di Kota Serang sukses mengembangkan tanaman dengan metode hidroponik. Dari mulai sayur mayur hingga kini mencoba menanam buha-buhan.

Guru SDN Banjarsari 5 Cipocokjaya, Kota Serang ini mulai bergelut dengan tanaman sejak 2019. Awal mula dirinya menanam jenis sayuran-sayuran seperti, kangkung, seledri dan pakcoy.

“Cara tanam saya menggunakan metode hidroponik, di awal menanam tiga jenis sayuran. Tetapi, yang lebih saya fokuskan yaitu jenis sayuran pakcoy dari harga jual lumayan dan perawatannya lebih sederhana,” ucapnya, Minggu (9/1/2022).

Dapat diketahui, hidroponik merupakan salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman.

“Saya buatkan tempat khusus yang sesuai dengan metode tanam hidroponik. Yang pasti untuk berbeda dan lebih unggul saya tidak menggunakan jenis pestisida semuanya bersifat organik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sahad mengungkapkan dari semenjak mulai menanam sayuran, Ia mengakui sudah ratusan kali panen. Menanam dengan metode hidroponik ini Ia menerangkan tidak usah menunggu waktu khusus saat menanam, pasalnya baru saja  dipanen langsung bisa ditanam kembali. “Kalau dibilang panen sih sudah banyak ya bahkan sudah ratusan mungkin,” ujarnya.

Untuk saat ini, dirinya beralih menanam jenis yang berbeda. Yang sedang Ia kembangkan untuk saat ini yaitu bawang merah dengan metode tanam yang sama pula. Ia melihat bahwa potensi pasar lebih mudah karena bawang merah dapat dikatakan sebagai bahan masakan yang harus ada dalam setiap masakan.

“Saya baru pertama kali menanam bawang merah dengan metode hidroponik sejauh ini yang saya amati kondisi tanamannya baik, mudah-mudahan kedepannya bisa dipanen dengan hasil yang memuaskan,” harapnya.

Selain sayur-mayur, Sahad juga menanam buah-buahan seperti buah melon, nanas, lengkeng, pepaya, jambul Jamaika atau kata lain jambu bol, rambut dan masih banyak yang lain. Ada pula tanaman hias dengan berbagai jenis dan rempah-rempah.

“Untuk buah-buahan saya masih menggunakan metode konvensional. Akan tetapi, untuk pupuk saya tetap menggunakan pupuk organik yang saya buat sendiri,” bebernya.

Ia menjelaskan, menanam tumbuhan tidak dilakukan di rumah saja dirinya juga menerapkan di sekolah tempat Ia mengajar. Karena Ia memiliki prinsip nilai baik terhadap lingkungan juga harus dirasakan semua warga sekolah. Guru apalagi murid-muridnya yang kelak bisa merawat dan menjaga lingkungan dengan baik.

“Awal-awal dulu saat saya ingin menanam tumbuhan di sekolah, saya sampai bawa tanaman dan pupuk dari rumah. Yang bertujuan untuk mengawali yang lain. Sampai dimana orang tua murid mengapresiasi dengan melihat anaknya mampu mengimplementasikan nilai baik tersebut di rumah ada yang menanam tumbuhan dan mampu merawat lingkungan rumah,” ungkapnya.

Sosok, yang pernah menjadi juara satu Inovasi Pembelajaran (Inobel) 2016 dan Guru Prestasi 2017 tingkat Kota Serang ini lebih lanjut membeberkan, Selain mengajar yang menjadi jalan hidupnya sebagai seorang guru, dirinya juga memiliki hobi menanam tumbuhan. Dirinya mengatakan dari tanaman dapat mengambil pelajaran dan bisa memberikan edukasi.

“Guru sendiri merupakan profesi saya
selain mengajar dalam kelas saya juga bisa memberikan pengajaran di luar kelas dengan memberikan edukasi cara merawat dan menjaga lingkungan secara langsung. Karena teori bila dibarengi dengan praktek akan lebih baik hasilnya,” jelasnya.

Terakhir, Sahad mengungkapkan dirinya akan terus mengembangkan jenis-jenis tanaman. Baik sayuran, buah-buahan dan lainnya.”Saya ingin terus meningkat kemampuan dibidang tanaman baik tanaman produktif maupun hias,” tandasnya. (fj/bs/jb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.