DaerahUtama

Jutaan Lembar Uang Pecahan Kecil Terdistribusi Selama Puasa 2024, Ini Kata BI Banten

SERANG, jejakbanten.com – Puluhan juta lembar Uang Pecahan Kecil (UPK) telah terdistribusi selama periode ramadan atau bulan puasa tahun 2024.

Dengan rincian, mulai dari Rp2.000 dengan jumlah penukaran sebanyak 30,57 juta lembar atau 24,53 persen.

Kemudian, pecahan Rp5.000 sebanyak 24,61 juta lembar atau sebesar 19,75 persen, dan Rp100.000 sebanyak 23,45 juta lembar atau 18,82 persen dari total keseluruhan.

Secara total penukaran sebanyak 78,98 juta lembar atau sebesar 63,37 persen, sedangkan uang pecahan besar (UPB) sejumlah 45,64 juta lembar atau 36,63 persen.

Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Ameriza M Moesa menjelaskan, peredaran uang tunai selama periode ramadan hingga lebaran tercatat sebesar Rp3,88 triliun atau meningkat tiga persen, dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp3,78 triliun.

Dengan rata-rata pendistribusian uang sekitar Rp129 miliar, dan jumlah tersebut meningkat dibandingkan dari periode tahun lalu yang hanya mencapai Rp126 miliar per hari.

“Tahun ini, Bank Indonesia mencatat peredaran uang selama periode ramadan sebesar Rp3,88 triliun, sedangkan tahun lalu sebesar Rp3,78 triliun,” katanya, Sabtu 20/4/2024.

Pendistribusian uang tunai tersebut, kata dia, melalui beberapa agenda kegiatan, seperti kas keliling, pembayaran bank, maupun penukaran langsung ke Bank Indonesia.

Dengan rata-rata pendistribusian didominasi oleh uang pecahan kecil, yang mencapai hingga puluhan juta lembar.

“Total UPK mencapai Rp513,12 miliar dan UPB mencapai Rp3,27 triliun. Jadi, total realisasi selama ramadan 2024 mencapai 84,95 persen dari proyeksi awal yang mencapai Rp4,57 triliun,” paparnya.

Menurut Ameriza, dengan meningkatnya peredaran uang rupiah pada momen ramadan 1445 Hijriah, diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan berjalan.

Selain itu, aktivitas mudik yang melalui pelabuhan Merak dan bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan mendorong naiknya sektor transportasi dan pergudangan.

“Semua itu masuk dalam lima besar sektor utama dalam penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) Banten,” jelasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *