DaerahUtama

Pendonor 50 Hingga 75 Kali Dapat Penghargaan Dari PMI Banten

SERANG,jejakbanten.com – Pendonor darah 50 hingga 75 kali di delapan kabupaten/kota di Banten mendapatkan penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Banten. Pemberian apresiasi tersebut berlangsung di Markas PMI Banten yang berada di Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Selasa (29/9/2026). 

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, apresiasi tersebut merupakan mandat dari PMI pusat. Untuk pendonor 25 kali diberikan oleh kabupaten/kota kemudian pendonor 50 kali dan 75 kali di tingkat provinsi serta 100 kali di pusat. 

“Pendonor 100 kali biasanya oleh pak presiden. Nah, sekarang dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, ada pendonor 50 kali itu 100 orang dari data yang masuk ke saya. Kemudian yang 75 kali pendonor  ada 70 orang,” papar Tatu kepada awak media.

Kata dia, kegiatan yang dilaksanakan sangat penting. Sebab, darah ini didapatkan dari keikhlasan para pendonor. Darah tidak bisa diproduksi karena bukan berbentuk barang.

“Jadi penting adanya silaturahmi atau komunikasi hubungan yang baik, hubungan yang erat antara kami jajaran pengurus PMI kemudian dengan Unit Donor Darah (UDD) nya dan tentunya para pendonornya,” ucapnya.

Menurut Tatu, hubungan pendonor perlu dijaga agar bisa mengajak lebih banyak lagi. “Supaya mereka yang sudah menjadi pendonor bisa menjadi pendonor secara berkelanjutan dan mengajak yang lainnya. Bila yang meminta pendonor, pastinya akan lebih yakin yang diajaknya. Misalnya saya sehat loh jadi pendonor tapi yang berbicaranya mereka para pendonor pasti akan mudah untuk mengajaknya,” tuturnya.

Sedangkan untuk stok darah sendiri, diakuinya masih terback-up. “Kan stok darah ada rumusnya, yaitu berbanding dengan jumlah penduduk yang ada. Alhamdulillah ya, ketika masyarakat yang membutuhkan Insya Allah selalu terback-up. UDD delapan kabupaten/kota semua berkomunikasi. Misal di Lebak tidak ada nanti Tangerang akan memback-up mana saja mereka komunikasinya terkoneksi,” jelasnya.

Tatu menambahkan, jumlah pendonor di Banten terus bertambah setiap tahunnya. Namun, peningkatan tersebut harus terus dijaga karena sebagian pendonor lama sudah memasuki usia lanjut sehingga diperlukan pendonor baru sebagai bagian dari regenerasi.

“Iya bertambah dan memang harus bertambah serta harus estafet. Kan ada juga yang udah sepuh-sepuh. Harus ada penggantinya. Saya minta teman-temen media sampaikan juga ke generasi muda bahwa mendonorkan darah sehat, mendonorkan darah itu keren karena di usia 17 tahun sudah bisa mendonorkan darah,” pungkasnya.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *