DaerahUtama

Peserta Kaibon Singing Star & Kaibon Culinary Festival Membludak

SERANG – Peserta yang mendaftar di ajang Kaibon Singing Star dan Kaibon Culinary Festival yang merupakan rangkaian acara di Festival Kaibon 2025 membludak. Kepastian ini usai panitia menutup pendaftaran yang berakhir pada 5 Oktober 2025 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Disparpora Kota Serang, Eva Hasanah, S.Pd., M.M mengatakan, untuk Kaibon Singing Star, yang daftar dari tanggal 30 September samai 5 Oktober 2025 ada 38 orang. Di Kaibon Culinary Festival sebanyak 25 orang.

“Alhamdulillah banyak menurut saya. Bahkan bisa dibilang membludak. Saya malahan yakin, bila tidak dibatasi, bisa lebih yang daftar,” papar Eva kepada awak media, Selasa (7/10/2025).

Usai pendaftaran, kini tahapan selanjutnya adalah unggah video dari tanggal 10 sampai 15 Oktober 2025.

Di Kaibon Singing Star, ketentuannya adalah video dibuat dengan potrait mode dengan resolusi terbaik atau minimal 720p, durasi video maksimal tiga menit, pada babak penyisihan peserta wajib menyanyikan lagu daerah Kota Serang (sesuai yang diketahui dan kemampuan masing-masing) seperti diantaranya Jereh Buguru, Yuk Ragem-Ragem, kulit gerintul, Kota Serang Madani dan lain-lain.

Lalu audio harus terdengar jelas, tanpa atau boleh menggunakan backsound, audio tidak boleh melalui editing, autotune, lipsing atau rekaman harus orisinil video dan posting di platform Instagram dengan caption yang menarik sertakan hastag “#SERANGkaiankaibonfest”, ‘WarisanMelodiKotaSerang” dan mentions Instagram @Festival_Kaibon.

“Nah, yang dinilai untuk bisa masuk sepuluh besar, yakni ketepatan waktu ungah video dan ketepatan durasi video, materi vokal, teknik vokal, interprestasi lagu, penampilan. Pengumuman 10 besarnya pada 20 Oktober 2025 di feeds Instagram @Festival_Kaibon dan babak grand finalnya di 25 Oktober 2025,” ucapnya.

Di Kaibon Culinary Festival, pada babak penyisihan dan unggah video peserta wajib membuat satu makanan khas Kota Serang (bebas sesuai kreatifitas dan kemampuannya masing-masing) seperti diantaranya rabeg, nasi bakar sumsum, sate bandeng dan lain-lain.

Berikutnya, video dibuat dengan landspace mode dengan resolusi terbaik atau minimal 720p, durasi video maksimal tiga menit, audio harus terdengar jelas, boleh memberikan backsound atau sound effect pada video, memberikan penjelasan cara pembuatannya, penjelasan proses memasak dan cara pembuatan boleh dengan narasi atau berbicara, cut to cut video diperbolehkan, edit video semenarik mungkin serta terakhir posting di platform Instagram dengan caption yang menarik sertakan hastag “#SERANGkaiankaibonfest”, ‘WarisanKulinerKotaSerang” dan mentions Instagram @Festival_Kaibon.

Penilaian untuk masuk enam besar, kata Eva, panitia akan menilai ketepatan waktu ungah video dan ketepatan durasi video, kesesuaian makanan khas Kota Serang, pengambilan video yang proposional, pencahayaan, video yang terstruktur, deskripsi yang menarik, penggunaan bahan dan alat masak serta kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas.

“Pengumuman enam besar pada 20 Oktober 2025 di feeds Instagram @Festival_Kaibon dan babak grand final di 26 Oktober 2025,” tuturnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, S.T. M.Si, menyambut gembira kedua acara tersebut diikuti banyak peserta.

“Alhamdulillah, tandanya kegiatan di rangkaian Festival Kaibon 2025 diminati. Saya hanya berpesan, ayo bersaing jadi yang terbaik, tunjukkan kemampuan maksimal yang dimiliki,” pesannya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *