Kawal Program MBG, Pemkot Serang Buka Posko Aduan
SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini sedang mempersiapkan serta berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) untuk membuka posko pengaduan program makan bergizi gratis (MBG) untuk menjamin kualitas program strategis nasional (PSN) tersebut.
Hal itu juga guna meminimalisir penyimpangan di lapangan, serta menyusul adanya laporan terkait kualitas menu makanan yang dibagikan kepada siswa.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi menjelaskan, Pemerintah Kota Serang akan melakukan pemantauan serta pengawasan dengan membuka posko pengaduan berbasis ‘call center’ serta portal atau website untuk laporan serta informasi program MBG.
Saat ini sedang dalam proses penyusunan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang.
“Nanti sekretariat akan berada di ruang asisten untuk kemudahan akses, sedangkan ruang rapat akan digunakan di gedung Korpri. Setiap masukan atau informasi dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan peran dan tugas masing-masing pihak,” jelasnya.
Sementara, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, posko aduan tersebut akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat.
Selain posko, pemerintah kota juga akan menyiapkan layanan call center, hingga portal situs website khusus.
Akses pengaduan tersebut bertujuan mempermudah masyarakat melaporkan segala temuan yang dianggap tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dalam program MBG, termasuk pelaksanaan di setiap dapur penyelenggara.
“Nanti kami akan buka satu posko aduan yang akan dipimpin oleh Pak Sekda langsung. Jika ada informasi atau hal yang dirasa tidak sesuai dengan juknis, masyarakat bisa langsung melaporkan,” tuturnya.
Selain sebagai sarana komunikasi, posko pengaduan juga menjadi instrumen vital bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap setiap dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
“Memang tujuannya juga untuk mempermudah komunikasi, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di setiap dapur yang menyelenggarakan MBG,” ujarnya. (rk/yd/jb)

