
Pembakaran Sampah Disebut Jadi Penyebab Penurunan Kualitas Udara di Kota Serang
SERANG, jejakbanten.com – Pembakaran sampah rumah tangga masih menjadi persoalan yang mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang.
Aktivitas tersebut dinilai sebagai penyebab utama yang berpotensi menurunkan kualitas udara, terutama saat musim kemarau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Kota Serang masih berada pada kategori sedang dengan indeks berkisar 91 atau di bawah angka 100.
Meski kondisinya masih terkendali, kebiasaan membakar sampah dapat memperburuk kualitas udara apabila terus dilakukan.
“Yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat adalah membakar sampah. Kami mengimbau agar kebiasaan itu dihentikan karena berdampak terhadap kualitas udara,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pencemaran udara tidak hanya berasal dari asap pembakaran. Sampah yang dibiarkan menumpuk juga menghasilkan gas metana dari proses pembusukan sehingga menambah beban pencemaran lingkungan.
“Dengan adanya tumpukan sampah akan timbul penguapan yang menghasilkan gas metana. Karena itu masyarakat minimal harus mulai memilah sampah dari rumah,” jelasnya.
Farach menilai pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah paling efektif untuk menekan pencemaran udara. Selain memilah sampah, masyarakat juga diminta tidak lagi membakar sampah di lingkungan permukiman.
Menurutnya, keberadaan ruang hijau juga memiliki peran penting menjaga kualitas udara. Karena itu, warga diharapkan menanam dan merawat pohon maupun tanaman di sekitar rumah.
“Kami berharap masyarakat bisa merawat tumbuhan di pekarangannya. Dengan semakin banyak tanaman, udara di sekitar lingkungan akan terasa lebih segar,” tuturnya.
Di sisi lain, Farach memastikan kualitas udara Kota Serang saat ini tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kawasan industri di Cilegon maupun Kabupaten Serang.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, arah angin pada musim kemarau bergerak dari selatan ke utara sehingga polutan dari kawasan industri tidak memberikan dampak besar terhadap Kota Serang.
“Kalau berbicara kawasan industri, saat ini dampaknya tidak besar karena arah angin bergerak dari selatan ke utara. Selain itu, bentang perbukitan di kawasan Mancak dan Warunggunung juga menjadi penghalang alami,” katanya. (rk/yd/jb)
