DaerahUtama

Program Irigasi P3TGAI, BBWSC3 Digelontor Rp195 Juta Per Lokasi, Libatkan Langsung P3A

​SERANG, jejakbanten.com – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menggelinding Rp195.000.000 per lokasi guna mengoptimalkan perbaikan jaringan irigasi di berbagai daerah di Banten melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Program tersebut mengusung skema swakelola dengan menggandeng kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), masing-masing senilai sekitar Rp195.000.000 per lokasi.

​Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana menjelaskan, program ini difokuskan untuk mendongkrak ketersediaan air irigasi secara langsung oleh petani melalui skema swakelola.

“Dikerjakan langsung oleh kelompok P3A yang memiliki badan hukum sah agar dapat berkontrak resmi dengan BBWSC3. Nanti masing-masing dialokasikan Rp195 juta,” ujarnya, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia memaparkan, pengajuan dilakukan secara daring dan ketat memprioritaskan kelompok aktif yang belum pernah menerima bantuan serupa dan memenuhi persyaratan kelembagaan bersama pemda.

“Dengan fokus pekerjaan rehabilitasi saluran tanah menjadi pasangan batu serta perbaikan pintu air untuk menekan tingkat kehilangan air akibat rembesan,” jelasnya.

​Pada tahun ini, P3TGAI dieksekusi secara bertahap, di mana tahap pertama mencakup 40 hingga 50 lokasi di wilayah Banten dengan durasi pengerjaan kontrak sekitar tiga bulan.

​Untuk memastikan kualitas pekerjaan, BBWSC3 juga menempatkan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang direkrut langsung dari warga setempat serta dikoordinasikan oleh asisten dan Konsultan Manajemen Balai.

​”Intinya untuk meningkatkan intensitas tanam dan menaikkan hasil produksi sawah padi melalui perbaikan jaringan yang menjadi faktor penentu,” tuturnya.

​Program ini tidak hanya berorientasi pada produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal lewat perekrutan TPM.

Setelah proyek rampung, aset jaringan irigasi yang telah direhabilitasi akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk pemeliharaan berkala.

​Sebagai catatan, ia menyebutkan pada tahun sebelumnya P3TGAI sukses menjangkau 194 lokasi di Banten.

“Kabupaten Serang dan Pandeglang tercatat sebagai wilayah dengan sebaran terbanyak, di mana Pandeglang tetap dipertahankan sebagai salah satu sasaran utama karena perannya sebagai sentra produksi padi di Banten,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *