DaerahUtama

Najib Sebut Pentingnya Jaminan Perlindungan Perusahaan Bagi Kesehatan Tenaga Kerja

SERANG,jejakbanten.com – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas mengingatkan jika lingkungan industri memiliki berbagai potensi risiko yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk risiko yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan pekerja. Sehingga, perlindungan bukan hanya untuk pegawai, tetapi juga bagi setiap orang yang berada dan beraktivitas di lingkungan perusahaan, termasuk para pengunjung

Hal ini disampaikan Najib Hamas saat membuka Seminar bertajuk ’Healthy Workforce, Stronger Business’ dengan tema ’Strategi Menjaga Kesehatan, Produktivitas dan Perlindungan Pekerja di Era Industri’, yang digelar sejumlah praktisi Human Resources (HR) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perusahaan Modern Cikande (FKPMC) di Swiss-Belinn Modern Cikande pada Rabu (23/9/2026).

“Lingkungan industri tentu rentan dengan beragam risiko dan penyakit yang dapat mengancam kesehatan. Karena itu, penting bagi seluruh personalia perusahaan untuk memberikan perlindungan, baik kepada karyawan maupun pengelola, sehingga setiap aktivitas di lingkungan industri dapat berlangsung dengan aman dan kesehatan tetap terjamin,” ujar Najib Hamas.

Najib Hamas menekankan, bahwa upaya menjaga kesehatan dan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pekerja, tetapi membutuhkan perhatian dan komitmen seluruh unsur di lingkungan perusahaan.

Menurutnya, setiap perusahaan perlu memiliki instrumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai untuk memberikan perlindungan kepada setiap orang yang beraktivitas di lingkungan pabrik maupun perkantoran.

“Setiap perusahaan harus memiliki instrumen K3. Perlindungan bukan hanya untuk pegawai, tetapi juga bagi setiap orang yang berada dan beraktivitas di lingkungan perusahaan, termasuk para pengunjung,” katanya.

Oleh karenanya, Najib juga menekankan, penerapan K3 yang baik diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi risiko di tempat kerja. ”Dengan demikian, lingkungan kerja dapat menjadi tempat yang aman sekaligus mendukung produktivitas perusahaan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, seminar tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan perusahaan dan praktisi HR. Seminar ini menjadi forum untuk meningkatkan pemahaman perusahaan mengenai pentingnya kesehatan, keselamatan, produktivitas, serta perlindungan pekerja di lingkungan industri.

Turut hadir Sekjen DPP APINDO Najib Hanafi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami, Direktur Bethsaida Hospital Serang Dr. Tirtamulya, Ketua FKPMC Dudi Iskandar, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.

Sementara itu, Ketua FKPMC Dudi Iskandar menjelaskan bahwa seminar tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman para praktisi HR dan perusahaan mengenai pentingnya pengelolaan kesehatan dan perlindungan pekerja.

“Kegiatan ini merupakan upaya agar setiap personalia perusahaan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mengelola karyawan agar tetap terlindungi kesehatannya,” ujar Dudi.

Menurutnya, kondisi lingkungan industri yang memiliki beragam potensi risiko membutuhkan perhatian serius terhadap aspek kesehatan pekerja. Oleh karena itu, FKPMC menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten untuk memberikan pemahaman mengenai kesehatan, pencegahan penyakit, serta penanganannya.

Dudi berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak perusahaan untuk meningkatkan perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan pekerja sebagai bagian penting dari keberlangsungan perusahaan.

“Kami berharap setiap perusahaan semakin sadar akan pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Karena ketika tenaga kerja sehat dan terlindungi, perusahaan juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung dalam seminar, yakni “Healthy Workforce, Stronger Business”, yang bermakna “Tenaga Kerja yang Sehat, Bisnis yang Semakin Kuat.”

Seminar FKPMC ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpelaku industri, khususnya dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan di tengah perkembangan dunia industri.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *