
417 Ribu Warga Sudah Ikut CKG, Dinkes Kota Serang Kejar Target 60 Persen
SERANG, jejakbanten.com – Dinas Kesehatan Kota Serang masih mengejar cakupan Cek Kesehatan Gratis atau CKG hingga 60 persen pada Oktober 2026.
Hingga 19 September, pemeriksaan sudah menjangkau sekitar 417 ribu penduduk atau 54 persen dari sasaran.
Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kota Serang, Hena Arlini mengatakan, capaian tersebut mencakup pemeriksaan CKG sekolah dan CKG umum yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Serang.
Pelaksanaan CKG saat ini didukung 16 puskesmas. Dinas Kesehatan juga menggerakkan jejaring fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, untuk membantu pelaksanaan pemeriksaan.
“Kita sudah di angka 54 persen dari seluruh penduduk. Itu capaian secara keseluruhan, termasuk CKG sekolah maupun CKG umum,” ujarnya, Rabu 23 September 2026.
Menurut Hena, capaian 54 persen tersebut sudah lebih tinggi dibanding target nasional yang ditetapkan sebesar 40 persen. Namun, Dinas Kesehatan masih mendorong peningkatan cakupan hingga 60 persen pada akhir Oktober.
Sejumlah kegiatan pemeriksaan digelar dengan menggandeng berbagai instansi. “Pada September hingga 6 Oktober, kegiatan CKG dijadwalkan berlangsung hampir setiap hari, termasuk kerja sama dengan perbankan dan perguruan tinggi,” katanya.
Ia mengatakan satu kegiatan CKG dapat melayani sekitar 500 orang. Penambahan peserta dari berbagai kegiatan tersebut diharapkan ikut meningkatkan cakupan pemeriksaan di Kota Serang.
“Target kita mudah-mudahan bisa 100 persen. Kalau semua warga dapat jatahnya, mengambil jatahnya. Tapi mudah-mudahan 60 persen kita capai di akhir bulan Oktober,” tuturnya.
Sasaran CKG mencakup seluruh penduduk Kota Serang, kecuali bayi di bawah usia satu tahun yang sudah memiliki program pemeriksaan dan pelayanan kesehatan tersendiri.
Hena mengatakan tantangan dalam meningkatkan cakupan salah satunya berasal dari warga yang merasa tidak perlu mengikuti CKG karena sudah pernah berobat atau memeriksakan diri di klinik.
Padahal, CKG memiliki jadwal pemeriksaan maksimal satu kali dalam setahun. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi faktor risiko sejak dini.
“Kadang ketika mereka merasa sudah berobat ke klinik, buat apa saya periksa lagi. Padahal CKG ini maksimal satu tahun sekali,” katanya.
Hasil pemeriksaan juga perlu ditindaklanjuti. Warga yang ditemukan memiliki faktor risiko atau membutuhkan pemantauan diharapkan tetap melakukan kontrol pada tahun berikutnya.
“Peningkatan cakupan CKG akan menjadi pekerjaan yang berlangsung setiap tahun karena sasaran pemeriksaan terus diperbarui dan hasil pemeriksaan perlu dipantau secara berkelanjutan,” ujarnya. (rk/yd/jb)
