DaerahUtama

Tingkatkan Kompetensi Pelatih Dan Relawan, PMI Banten Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama

SERANG,jejakbanten.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pertolongan Pertama Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme komponen PMI dalam memberikan pelayanan pertolongan pertama kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Provinsi Banten, Jalan Raya Serang–Jakarta Km. 5, Kalodran, Kota Serang, ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas perwakilan delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, masing-masing dua orang, serta dua orang perwakilan Markas PMI Provinsi Banten.

Wakil Ketua PMI Provinsi Banten Jaenudin menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan merupakan bagian dari pelaksanaan mandat PMI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Dalam Bab IV Pasal 22, salah satu tugas PMI adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan.

“Pertolongan pertama merupakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang sangat penting, terutama bagi personel dan relawan PMI yang terlibat dalam pelayanan kemanusiaan, baik pada situasi darurat maupun non-darurat. Penanganan awal yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur berperan penting dalam menyelamatkan korban serta mencegah kondisi cedera menjadi lebih parah,” kata Jaenudin, Senin (19/10/2026).

Melalui kegiatan ToT ini, PMI Provinsi Banten berupaya mencetak pelatih pertolongan pertama yang memiliki kompetensi sesuai standar, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan teknis, maupun kemampuan menyampaikan materi dan mengevaluasi proses pembelajaran. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama kepada relawan serta komponen PMI lainnya di wilayah masing-masing.

Adapun tujuan kegiatan ini meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan komponen PMI, penguatan komunikasi dan jejaring antarrelawan, penambahan jumlah pelatih pertolongan pertama, fasilitasi penyelenggaraan pelatihan, serta sertifikasi relawan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selama pelaksanaan pelatihan, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama. Selain itu, peserta ditargetkan mampu menjadi pelatih yang kompeten, melakukan evaluasi pembelajaran, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan dan kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan,” ungkapnya.

Melalui Training of Trainer Pertolongan Pertama 2026, PMI Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih dan relawan, sebagai bagian penting dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan yang profesional, responsif, dan berstandar kepada masyarakat.

“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui penyebarluasan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama di setiap kabupaten/kota, sehingga semakin banyak relawan yang kompeten dan siap memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *