
Kekeringan Diprediksi Berlanjut hingga 2027, BPBD Serang Siapkan Penampungan Air 5.000 Liter
SERANG, jejakbanten.com – Ancaman kekeringan di Kota Serang diperkirakan belum berakhir saat memasuki pergantian tahun.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mulai menyiapkan penampungan air di sejumlah wilayah rawan, sebagai langkah antisipasi jika musim kering berlangsung hingga awal 2027.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang, Muhlisin mengatakan, penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter telah disiapkan di beberapa lokasi, di antaranya Kelurahan Priyayi dan Sawahluhur, Kecamatan Kasemen.
Penampungan tersebut digunakan untuk menampung air yang dikirim petugas agar dapat dimanfaatkan warga di wilayah terdampak.
“Kapasitasnya sekitar 5.000 liter satu penampungan. Kalau kita mengirim air, ditampung di penampungan-penampungan yang sudah kita siapkan,” ujarnya, Rabu 14 Oktober 2026.
Selain menyiapkan penampungan, BPBD Kota Serang saat ini mendistribusikan air bersih ke 24 titik di sejumlah kelurahan di Kecamatan Kasemen, Walantaka, dan Serang.
Kecamatan Kasemen menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling luas, bahkan hampir seluruh kelurahannya mengalami kondisi serupa.
Beberapa wilayah terdampak di Kecamatan Kasemen meliputi Sawahluhur, Bendung, Priyayi, Kasunyatan, dan Banten.
“Kalau di Kecamatan Walantaka dan Serang itu hanya ada beberapa titik. Berbeda dengan Kasemen, hampir semua kelurahan,” katanya.
Untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, BPBD menjadwalkan distribusi setiap Senin hingga Jumat.
Pengiriman dilakukan secara bergiliran dengan satu titik tujuan setiap hari, disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun petugas.
“Senin sampai Jumat itu kita ngirim air, sudah terjadwal. Jadi berdasarkan kebutuhan dan pengajuan dari masyarakat,” jelasnya.
Muhlisin menjelaskan, persiapan menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan juga dilakukan dengan mengoordinasikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial.
BPBD juga menyiapkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) serta armada mobil tangki untuk mendukung kebutuhan distribusi air bersih.
Menurut Muhlisin, prediksi BMKG menunjukkan potensi El Nino tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat menyebabkan kekeringan bertahan hingga akhir 2026 dan berlanjut ke awal 2027.
“Prediksinya, El Nino tahun ini berpotensi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Sampai akhir tahun, bahkan awal 2027, kemungkinan masih belum ada hujan yang cukup. Kalaupun hujan, intensitasnya tidak sebesar biasanya,” tuturnya. (rk/yd/jb)
