DaerahPendidikanUtama

Banyak Orang Tua Keluhkan Perundungan di Sekolah, Dindikbud Kota Serang Siagakan Empat Psikolog

SERANG, jejakbanten.com – Laporan orang tua yang mengeluhkan anaknya menjadi korban perundungan di sekolah menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.

Untuk menangani persoalan tersebut, Dindikbud menyiagakan empat psikolog serta melibatkan orang tua dalam pendampingan siswa.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Zeka Bachdi mengakui perundungan di lingkungan pendidikan menjadi persoalan serius yang tidak cukup ditangani melalui imbauan atau deklarasi antiperundungan.

Sekolah diminta mengenali karakter setiap siswa agar potensi konflik dapat dideteksi sejak dini.

“Perundungan ini sudah jadi masalah serius. Banyak laporan dari orang tua yang keberatan karena anaknya dirundung di sekolah. Karena itu, kami melarang keras perundungan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP,” ujarnya.

Menurut Zeka, pencegahan perundungan harus dimulai dari kemampuan guru memahami perilaku dan karakteristik murid.

Guru tidak cukup hanya memastikan siswa mengenal dirinya, tetapi juga harus mengenali kondisi setiap anak di kelas.

“Guru tidak bisa hanya minta dikenal siswa, tapi tidak pernah mengenal siswanya. Sekarang, satu guru wajib mengenali karakteristik 30 sampai 35 siswa di kelasnya,” jelasnya.

Ia menilai pemahaman terhadap karakter siswa, baik yang aktif dan dominan maupun yang pendiam serta tertutup, penting untuk mendeteksi persoalan antarsiswa sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih serius.

Untuk mendukung penanganan, Dindikbud menyiapkan empat psikolog guna memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.

Penanganan juga dapat melibatkan lembaga perlindungan perempuan dan anak serta Badan Narkotika Nasional (BNN), bergantung pada persoalan yang ditemukan.

Pendampingan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua. Dindikbud ingin menggali kondisi anak secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya persoalan di rumah maupun di lingkungan sekolah.

“Kami dampingi dari sisi psikologisnya, termasuk mengajak orang tua berkomunikasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anak,” paparnya.

Dindikbud juga akan memberikan teguran tertulis kepada guru terkait sebagai bentuk evaluasi terhadap pengawasan di sekolah.

Zeka berharap seluruh satuan pendidikan di Kota Serang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi siswa.

Deklarasi antiperundungan juga diharapkan diterapkan di seluruh sekolah, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

“Semua siswa harus memahami bahwa mereka adalah saudara dan sahabat. Bercanda boleh, tapi jangan sampai berlebihan dan menyakiti orang lain,” tandasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *