Disparpora Buka Pendaftaran Kang Nong Kota Serang Tahun 2025 Mulai 16 Oktober
SERANG – Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang pada tahun ini akan kembali menggelar pemilahan Kang Nong Kota Serang Tahun 2025. Bila tidak ada halangan, pada 28 November 2025 mendatang.
Namun, untuk pendaftaran peserta yang ingin ikut perhelatan Kang Nong Kota Serang Tahun 2025, sudah dimulai pada 16 Oktober sampai 12 November 2025 mendatang.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bachdi, S.T., M.Si. usai ekspose dengan pihak Event Organizer (EO) di Ruang Rapat Disparpora Kota Serang pada Selasa (14/10/2025).
“Dibuka dulu pendaftaran, woro-woro lah selama satu bulan. Nanti link pendaftarannya disebar dan Pihak EO juga akan road show ke sekolah-sekolah dan kampus yang ada di Kota Serang supaya peminat Kang Nong Kota Serang Tahun 2025 bisa membludak,” ucap Zeka.
Untuk persyaratan bagi yang ingin daftar di Kang Nong Kota Serang Tahun 2025, pria/wanita usia 16-24 tahun, belum pernah menikah, sehat jasmani rohani, berdomisili di Kota Serang, tinggi badan pria minimal 170 cm, tinggi badan wanita 160 cm, memiliki pengetahuan pariwisata dan budaya Kota Seerang, berpenampilan menarik serta mampu berkomunikasi dengan baik.
“Itulah beberapa persyaratannya dari pihak panitia. Pendaftaran dibuka mulai 16 Oktober 2025 dan ditutup pada 12 November 2025 mendatang,” ujarnya.
Tahapan selanjutnya di Kang Nong Kota Serang Tahun 2025, disampaikan Zeka, technical meeting (14 November 2025), audisi (15 November 2025), photoshoot (18 November 2025), Prakarantina (22-24 November 2025), Karantina (26-28 November 2025) dan grand final (28 November 2025).
“Saya ingin, di tahun ini bisa mendapat Kang Nong Kota Serang yang tidak hanya bagus tampang saja. Ke depannya harus pintar support pariwisata Kota Serang, berbakat dan lain-lain,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Kota Serang Eva Hasanah, S.Pd., M.M. Menurutnya, para peserta Kang Nong Kota Serang Tahun 2025 malah harus menguasai bahasa Babasan Serang dan story telling wisata Kota Serang.
“Khusus bahasa Babasan Serang coba kita masukan dalam penilaian, walaupun tidak jadi tolok ukur penilaian penuh seperti bahasa Inggris, paling tidak mereka harus paham dan mengerti,” terangnya.(ADV)

