Penjualan Kriya di Festival Kaibon 2025 Cukup Memuaskan
SERANG – Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang puas dengan keikutsertaan mereka dalam pameran ekonomi kreatif subsektor kriya di ajang Festival Kaibon Tahun 2025 yang berlangsung di Alun-alun Barat, Kota Serang pada 25 sampai 26 Oktober 2025.
Di mana Antusiasme pengunjung terhadap produk-produk ekraf, khususnya subsektor kriya sangat tinggi. Tercatat terdapat perputaran ekonomi yang cukup baik di antara para pelaku usaha lokal dari acara tersebut.
“Saya senang sekali mendengarnya. Bisa dibilang, keikutsertaan pameran kriya di Festival Kaibon Tahun 2025 sukses,” papar Kepala Bidang Ekraf pada Disparpora Kota Serang, Alchotijah, S.Pd., M.Pd. kepada awak media, Senin (27/10/2025).
Disinggung produk apa yang paling laku dan diminati pengunjung, Alchotijah mengatakan, produk kriya berbasis kearifan lokal seperti kerajinan lokal, batik khas Kota Serang dan aksesoris handmade.
“Banyak pengunjung tertarik karena keunikan desain dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk,” ucapnya.
Oleh karennaya, usai Festival Kaibon Tahun 2025, ekraf berencana untuk melanjutkan promosi dan pembinaan pelaku ekraf, baik melalui pameran, pelatihan, maupun kolaborasi lintas sektor. Selain itu, akan dilakukan digitalisasi pemasaran agar produk-produk ekraf Kota Serang dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harus kita lakukan, karena sekarang sudah eranya digitalisasi. Kami tak mau ketinggalan zaman,” tuturnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kadisparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, S.T., M.Si. menyambut baik capaian bidang ekraf. “Selain mengenalkan pariwisata di Kota Serang, Festival Kaibon Tahun 2025 pun ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif kita. Buktinya, banyak diminta para pengunjung yang datang kurang lebih ribuan orang,” jelasnya.
Zeka berharap, tahun depan akan digelar festival khusus ekraf dengan konsep yang lebih besar dan kolaboratif. “Targetnya adalah meningkatkan nilai transaksi, memperluas jaringan pelaku ekraf, memperkuat subsektor kriya dan subsektor kreatif lainnya agar semakin dikenal, baik di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya. (ADV)

