DaerahUtama

Ratusan Ribu Data Penduduk Ganda, Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Serang Terkendala

SERANG, jejakbanten.com – Ratusan ribu data penduduk di Kota Serang ditemukan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda, dan berdampak pada program pelayanan cek kesehatan gratis (CKG).

Sehingga perlu adanya sinkronisasi data kependudukan antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang.

“Memang masalah yang dialami puskesmas itu ketika upload data tidak sesuai atau tidak sinkron. Sehingga berdampak pada capaian program cek kesehatan gratis,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Serang Karsono, Rabu (5/11/2025).

Bahkan, dia mengungkapkan, jumlah data warga yang tidak sesuai tersebut mencapai hingga ratusan ribu penduduk. “Jumlahnya memang banyak. Tapi untuk angka pastinya ada di Dinkes, mereka yang tau pasti,” jelasnya.

Menurut dia, ketidaksinkronan data NIK berpotensi menghambat masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis yang menjadi program pemerintah pusat.

“Kalau data tidak sinkron, warga bisa kehilangan hak layanan itu. Artinya, program pusat juga tidak bisa berjalan maksimal,” tuturnya.

Karsono juga menjelaskan, adanya ketidaksesuaian data tersebut kebanyakan bermasalah pada NIK yang ganda, sehingga persoalan data kependudukan tersebut membuat Puskesmas kesulitan memverifikasi identitas warga yang ingin mengikuti program kesehatan gratis.

“Kasus ganda biasanya terjadi karena warga pernah melakukan perekaman di daerah lain, lalu pindah dan melakukan perekaman ulang di Kota Serang. Dulu perekaman belum menggunakan biometrik, sehingga muncul dua NIK berbeda untuk satu orang,” katanya.

Dia juga mendorong Dinkes Kota Serang untuk menjalin kerja sama dengan Disdukcapil Kota Serang guna mengatasi persoalan tersebut.

“Karena NIK itu data yang dilindungi. Jadi tidak semua bisa memadankan sendiri tanpa kerja sama resmi dengan Dukcapil,” jelasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *