DaerahUtama

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kota Serang Simulasi Banjir dan Gempa

SERANG, jejakbanten.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaksanakan Gladi Simulasi Banjir dan Gempa sebagai upaya antisipasi kesiapsiagaan kebencanaan di wilayah Kota Serang.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama dua hari, Rabu dan Kamis 5 hingga 6 Oktober 2025 di lapangan Perumahan Banten Indah Permai (BIP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Kegiatan itu juga melibatkan berbagai sektor, mulai dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kabupaten Serang, NGO, hingga masyarakat. Untuk acara puncaknya pada hari ini akan ada apel kesiapsiagaan, hingga pawai kendaraan dan simulasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, simulasi kebencanaan tersebut sebagai bagian dari amanat BNPB untuk menguji rencana kontingensi, terutama terkait banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Serang.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan Kota Serang menghadapi bencana banjir, seperti yang terjadi pada Maret 2022 lalu, serta meningkatkan kerja sama lintas sektor,” katanya.

Dia menjelaskan, terdapat tujuh potensi kebencanaan di Kota Serang, namun fokus utamanya tentang banjir yang menjadi langganan di wilayah Ibu Kota Provinsi Banten.

“Kota Serang utamanya masih tentang banjir yang menjadi langganan tiap tahun. Maka, kami ujikan. Hari ini (kemarin) kami gladi, dan acara puncaknya besok (hari ini),” ujarnya.

‎Kegiatan simulasi kebencanaan itu juga sebelumnya telah dilakukan dan menjadi agenda rutin tahunan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi serta memberikan pembekalan kepada seluruh masyarakat ketika menghadapi bencana di lingkungannya.

“Perlunya evakuasi dan kesiapsiagaan. Penekanan dari kegiatan ini untuk kesiapsiagaan, dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa diterapkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Provinsi Banten Kusnadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sinergitas antara kabupaten/kota dan provinsi untuk penanganan bencana gempa dan banjir.

“Kegiatan ini juga untuk sinkronisasi klaster, mulai dari klaster SAR, kesehatan, hingga logistik, dan pengungsian. Simulasi ini penting untuk memetakan penanggulangan bencana, khususnya di masyarakat,” ucapnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *