DaerahUtama

CKG Ungkap 716 Siswa Kota Serang Bertensi di Atas Normal, Jajanan Jadi Perhatian

SERANG, jejakbanten.com – Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada satuan pendidikan di Kota Serang menemukan sebanyak 716 siswa memiliki tekanan darah di atas normal.

Temuan tersebut menjadi perhatian Puskesmas Serang Kota sebagai bagian dari upaya mendeteksi risiko kesehatan anak sejak dini.

Kepala UPTD Puskesmas Serang Kota Ima Hikmah mengatakan, temuan tersebut diperoleh dari pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap 31 dari total 38 satuan pendidikan yang menjadi sasaran CKG di wilayah kerja Puskesmas Serang Kota.

Menurutnya, tekanan darah di atas normal yang ditemukan pada ratusan siswa tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai hipertensi. Petugas masih perlu melakukan pemeriksaan secara berulang untuk memastikan kondisi tekanan darah masing-masing siswa.

“Memang pemeriksaan itu sudah dilakukan tiga kali, dan ternyata memang tensinya lebih dari 120/80. Bahkan ada juga yang kami temukan sampai 130/90,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan tekanan darah yang tinggi tidak cukup menjadi dasar untuk langsung memberikan diagnosis hipertensi.

Jika setelah pemeriksaan berikutnya tekanan darah siswa tetap menunjukkan hasil tinggi, petugas akan mengarahkan siswa untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan dokter untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing siswa.

“Kalau memang hasilnya masih tinggi, kami konsultasikan ke dokter. Jadi tidak langsung kami simpulkan hipertensi,” katanya.

Ima mengatakan, temuan tekanan darah di atas normal tersebut juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan dan minum anak.

Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap makanan utama, tetapi juga jajanan yang dikonsumsi anak selama berada di lingkungan sekolah.

Ia menilai kebiasaan mengonsumsi minuman manis serta makanan dengan kandungan gula dan garam tinggi tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak.

“Selain tekanan darah, petugas kami juga melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, belum ditemukan siswa dengan hasil GDS di atas batas normal,” jelasnya.

Meski hasil pemeriksaan gula darah sejauh ini belum menunjukkan adanya siswa dengan GDS di atas batas normal, Ima mengingatkan kondisi tersebut bukan berarti pola konsumsi anak dapat diabaikan.

“Tetap harus ada pengawasan untuk pola makan dan makanan yang dimakan,” tuturnya.

Menurut Ima, pengawasan pola makan penting dilakukan secara konsisten karena kondisi fisik anak secara kasat mata tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai risiko kesehatan.

Anak yang terlihat kurus, misalnya, belum tentu terbebas dari risiko gangguan kesehatan. Karena itu, pemenuhan asupan bergizi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap diperlukan.

“Kadang anaknya kurus, tapi bukan berarti tidak ada risiko. Jadi pola makan tetap harus diperhatikan,” katanya.

Pihaknya juga meminta orang tua dan pihak sekolah ikut berperan dalam menjaga kondisi kesehatan siswa, termasuk dengan mengawasi makanan dan minuman yang dikonsumsi anak setiap hari.

“Temuan tekanan darah di atas normal diharapkan menjadi langkah pencegahan untuk mendeteksi risiko kesehatan anak lebih dini sekaligus memastikan siswa mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisinya masing-masing,” tuturnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *