
Lima Pasar Tak Beroperasi, Pemkot Serang Telusuri Penyebabnya
SERANG, jejakbanten.com – Lima dari 11 pasar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kini tidak lagi beroperasi.
Rendahnya minat pedagang dan pembeli hingga akses transportasi yang kurang memadai disebut menjadi persoalan utama yang membuat aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tersebut tidak berkembang.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Nasirullah mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah aset pasar daerah tidak lagi produktif.
“Sepinya pasar-pasar ini rata-rata karena rendahnya minat pedagang dan pembeli, serta akses transportasi yang kurang memadai,” ujarnya, Selasa 22 September 2026.
Menurutnya, keberadaan bangunan pasar tidak otomatis membuat aktivitas perdagangan tumbuh.
Sebuah pasar membutuhkan kebiasaan masyarakat untuk bertransaksi serta dukungan pedagang dan pembeli agar aktivitas ekonominya berjalan.
“Membuat pasar baru itu tidak mudah karena harus ada embrio atau tradisi perdagangan sejak awal,” katanya.
Seperti di Pasar Lebak Wangi, meskipun pemerintah telah menyediakan bangunan pasar, masyarakat di sekitar kawasan tersebut belum menjadikannya sebagai pusat aktivitas perdagangan.
Warga sekitar Pasar Lebak Wangi justru lebih banyak memilih berbelanja ke Pasar Ciruas.
Kondisi tersebut membuat jumlah pedagang maupun pembeli di Pasar Lebak Wangi tidak berkembang.
‘Itu yang membuat aktivitas perdagangan di Pasar Lebak Wangi tidak berkembang. Karena pasar itu bukan hanya soal bangunan. Harus ada kebiasaan atau tradisi masyarakat untuk bertransaksi di sana,” tuturnya.
Lima pasar yang saat ini tidak beroperasi yakni Pasar Margaluyu, Pasar Lebak Wangi Walantaka, Pasar Banjar Asri, Pasar Kawasan Penunjang Wisata Banten (KPW), dan Pasar Taktakan.
Pemkot Serang kini tidak serta-merta membuka kembali pasar-pasar tersebut. Dinkopukmperindag terlebih dahulu menelusuri riwayat masing-masing pasar, termasuk sejak kapan berhenti beroperasi dan berapa besar anggaran yang pernah digunakan untuk pembangunannya.
“Kita masih pelajari dulu penyebab tidak aktifnya dan menelusuri data-datanya sejak kapan berhenti beroperasi,” katanya.
Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah untuk menentukan bentuk pemanfaatan aset. Lima pasar nonaktif tersebut berpotensi dialihfungsikan, termasuk dua lokasi yang diarahkan untuk program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). (rk/yd/jb)
