DaerahNewsUtama

Gaya Hidup dan Pola Makan Jadi Faktor, Anemia Mengintai Remaja Putri

SERANG, jejakbanten.com – Angka anemia pada remaja putri di Kota Serang menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat prevalensi anemia sekitar 32 persen pada 2024, kemudian turun menjadi 22 persen pada 2025.

Untuk 2026, Dinas Kesehatan belum menetapkan angka akhir karena pemeriksaan masih berlangsung.

Dari target sekitar 12.200 siswa kelas 7 dan kelas 10, baru sekitar 4.000 remaja putri yang sudah menjalani skrining anemia. Hasil sementara menunjukkan 25,2 persen terindikasi anemia.

Nutrisionis Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Serang, Irawati, mengatakan angka 25,2 persen belum dapat menggambarkan kondisi anemia remaja putri di Kota Serang secara keseluruhan. Pemeriksaan masih terus dilakukan untuk memenuhi seluruh sasaran.

“Dari target kita 12.200 sekian siswa kelas 7 dan kelas 10, sudah diskrining sekitar 4.000 remaja putri dan menunjukkan angka 25,2 persen. Ini belum bisa kita pastikan karena pemeriksaannya masih terus berlanjut,” ujarnya.

Menurut Irawati, skrining anemia kini sudah berjalan di seluruh 16 puskesmas di Kota Serang.

Sebelumnya, pemeriksaan baru dilakukan di delapan puskesmas karena Dinas Kesehatan masih menunggu ketersediaan bahan medis habis pakai atau BMHP untuk pemeriksaan anemia.

Saat ini sejumlah puskesmas sudah menyelesaikan skrining, di antaranya Puskesmas Kilasah dan Sawah Luhur.

“Kalau dari Dinas Kesehatan menargetkan seluruh sasaran selesai diperiksa pada Oktober dan paling lambat November,” jelasnya.

Irawati mengatakan, pada pemeriksaan tahun sebelumnya wilayah dengan angka anemia cukup tinggi ditemukan di Kecamatan Curug yang mencapai lebih dari 40 persen.

“Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang juga tercatat memiliki angka yang cukup tinggi,” katanya.

Namun, kondisi tersebut belum dapat dibandingkan dengan hasil 2026 karena proses skrining tahun ini masih berlangsung.

“Kalau tahun ini belum bisa memastikan karena angkanya masih terus bergerak. Dari 2024 ke 2025 memang turun, dari 32 persen menjadi 22 persen. Harapannya tahun ini juga bisa turun,” tuturnya.

Ketua Tim Kerja Program Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Serang, Yana Supiana, mengatakan pola makan dan kebiasaan hidup menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan anemia pada remaja, khususnya remaja putri.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji perlu diperhatikan karena pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi remaja.

“Tablet tambah darah diperuntukkan bagi remaja putri. Pemberiannya satu minggu sekali dan biasanya saat penjaringan serta kegiatan UKS,” ujar Yana. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *