PolitikUtama

Masyarakat Kabupaten Serang Dianggap Paham Protokol Kesehatan

SERANG,jejakbanten.com – Simulasi pemungutan suara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang di halaman kantor Kecamatan Jawilan, Sabtu (21/11/2020) mendapat apresiasi karena berjalan sesuai dengan harapan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Serang Ade Ariyanto saat meninjau ke lokasi.

“Alhamdulillah ya, ini sesuai yang kita harapkan. Para pemilih antusiasnya cukup tinggi dan memahami protokol kesehatan virus corona atau Covid-19,” papar Ade kepada awak media.

Ade pun melihat, petugas dari kecamatan dan puskesmas serta semua jajaran benar-benar sudah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Artinya pilkada penting, tapi lebih penting adalah protokol kesehatan.

“Jangan sampai gara-gara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), muncul lagi klaster baru. Itu yang kita hindari. Kita lihat dari pagi semua dilakukan dari jaga jarak, cuci tangan, semua bermasker bahkan alat tulis saja satu-satu, sarung tangan, dan sebagainya. Kalau 9 Desember nanti seperti ini, Insya Allah semuanya saya jamin akan sukses pilkada dan warga tetap sehat,” ucapnya.

Disinggung apakah sarana untuk protokol kesehatan sudah terpenuhi atau belum, ia menjawab sudah. Dia juga salut dengan komunikasi Ketua KPU Kabupaten Serang yang berkomunikasi dengan berbagai pihak baik itu kecamatan, puskesmas termasuk beberapa OPD terkait.

“Di kita tentang Disdukcapil, ya tentang rekam KTP. Namun, hasil simulasi akan tetap kami evaluasi untuk memperbaiki kekurangan apa saja yang masih ada. Pokoknya, yang namanya pesta harus meriah, gembira. Jangan sampai mencekam,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar membenarkan pihaknya melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

“Kami melakukan simulasi seperti layaknya kita melaksanakan pemilihan dan kita tahu bahwa pemilihan sekarang sedang dalam pandemi Covid-19, sehingga tentu protokol kesehatan lalu kemudian alat-alat kesehatan segala macam kita siapkan. Ya semacam miniatur hari H lah,” terangnya.

Dirinya membeberkan, di Pilkada kabupaten Serang 2020, ada 12 hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Di antaranya pemilih wajib menggunakan masker, harus membawa alat tulis sendiri, kemudian saat pemilihan di cek suhu tubuh, wajib mencuci tangan, pakai sarung tangan sekali coblos.

“Kemudian setelah mencoblos, tintanya tidak dicelup tapi di tetes. setelah di tetes harus cuci tangan kembali. Petugas pun pakai masker, face shield menggunakan sarung tangan juga,” bebernya.

Selanjutnya, KPU menyiapkan TPS khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas rata-rata 37,3. “Kita siapkan TPS khusus, letaknya menyempil di pinggir dan aksesnya cuma buat satu orang. Jadi dia tidak boleh digabung dengan pemilih yang lain yang di dalam tenda,” jelasnya.

Diketahui, pada simulasi KPU Kabupaten Serang melibatkan pemilih riil yang ada di TPS 11, Kampung Curug Kuda, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan. Pemilih ada 312 orang, diundang dari pagi sampai siang.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *