DaerahUtama

PT Nikomas Gemilang Tawarkan Pengunduran Diri Sukarela Kepada Karyawan

SERANG,jejakbanten.com – Memasuki awal tahun 2023, PT. Nikomas Gemilang yang memproduksi sepatu merk terkenal seperti Adidas dan Puma berencana menawarkan pengunduran diri sukarela kepada karyawannya. Jumlahnya sebanyak 1.600 orang.

Humas PT. Nikomas Gemilang, Danang Widi P menjelaskan, tahun 2022 yang seharusnya menjadi tahun pemulihan industri sepatu olahraga ternyata tidak terealisasi. Malahan, pabrik yang beroperasi di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang itu mengalami kesulitan.

Banyak kendala yang melatarbelakanginya. Danang menyebutkan, konflik Rusia-Ukraina di awal tahun, kenaikan harga bahan bakar secara global, tingkat inflasi yang tinggi, penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat.

Faktor-faktor ini, kata dia, menimbulkan reaksi berantai dan kondisi yang cukup serius melanda industri sepatu olahraga. Hal tersebut terlihat sejak kuartal ketiga tahun lalu, pabrik sepatu mulai merumahkan karyawannya. “Itu juga yang dirasakan oleh PT Nikomas Gemilang. Apalagi kita ekspor dan pembelinya 100 persen dari Eropa. Nah, di sana inflasinya sedang tinggi sekali jadi mengurangi order,” paparnya, Selasa (10/1/2023).

Dirinya menerangkan, PT Nikomas Gemilang telah menempuh berbagai cara untuk bertahan di tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan. Seperti stop recruitment, tidak ada lembur, pengurangan jam kerja dan program cuti khusus.

Tapi, semuanya tak membuahkan hasil maksimal. “Demi keberlangsungan perusahaan, dengan berat hati PT Nikomas Gemilang menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada karyawan dengan kuota 1.600 orang. Hanya saja, pendaftarannya cuma satu hari yakni 11 Januari 2023,” ucapnya.

PT Nikomas Gemilang memastikan semua hak karyawan yang melaksanakan program pengunduran diri sukarela dibayarkan berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama. “Semoga PT Nikomas Gemilang dapat mengatasi kesulitan selama ini dan bangkit kembali. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.

Sementara salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, pensiun dini baru ditawarkan untuk pegawai di divisi ASIC dan Puma. “Divisi lain belum. Kalau menurut aku, penawaran kaya gitu benar-benar langka. Jadi kalau memang ada penawaran tersebut di divisi lain, aku bakalan ngajuin,” jelasnya.

Disinggung khawatir tidak bila perusahaan tutup, dirinya tidak begitu takut. “Aku kan ada penghasilan lain. Tapi tetep aja harus muter otak, karena pabrik besar aja tutup gimana pabrik-pabrik lain. Jelas itu ngaruh juga di jenis-jenis usaha lainnya,” tutupnya.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *