DaerahUtama

Fenomena Kemarau Basah, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Rawan Banjir dan Longsor

SERANG, jejakbanten.com – Fenomena cuaca kemarau basah yang terjadi saat ini, sejumlah wilayah di Kota Serang rawan terhadap kebencanaan, khususnya banjir dan longsor.

Bahkan enam kecamatan tersebar di wilayah Kota Serang diprediksi memiliki risiko rawan bencana hidrometeorologi.

Seperti di Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Kasemen, dan Walantaka berpotensi tinggi rawan banjir, sedangkan Kecamatan Taktakan dan Curug rawan terhadap longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan mengungkapkan, berdasarkan pemetaan kebencanaan, terdapat empat kecamatan di Kota Serang memiliki potensi kerawanan terhadap bencana banjir dan memerlukan perhatian ekstra.

Kempat wilayah tersebut yakni, Kecamatan Serang, Kasemen, Cipocok Jaya, dan Kecamatan Walantaka.

“Untuk Walantaka, khususnya bagian utara. Kemudian, Kecamatan Taktakan, khususnya bagian timur, seperti area Legok (Drangong),” jelasnya, Kamis 14 Agustus 2025.

Selain potensi banjir, curah hujan dengan intensitas tinggi juga dapat meningkatkan risiko tanah longsor, khususnya di Kecamatan Taktakan.

“Hasil pemetaan, potensi longsor lebih terkonsentrasi di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Curug dan Taktakan khususnya, yang pernah mengalami longsor skala besar dan longsoran tebing kecil yang sempat menutup badan jalan pada masa lalu,” jelasnya.

Akan tetapi, ia mengaku, hingga saat ini belum ada laporan mengenai longsor.

“Memang ada potensi longsor, dengan curah hujan seperti ini. Tapi, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan terkait kebencanaan,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *