Utama

Wilmar Group Perbaiki Rutilahu Hingga Normalisasi Sungai di Kramatwatu

SERANG, jejakbanten.com – PT Wilmar Group melakukan perbaikan empat unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Tonjong dan di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu serta dua unit di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel. Selain membangun Rutilahu, Wilmar Group juga melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Kramatwatu.

Camat Kramatwatu, Sri Rahayu Basukiwati mengatakan, pembangunan Rutilahu yang dilakukan oleh Wilmar Group bukan hanya tahun ini saja, namun pada tahun 2024 juga membangun tiga unit Rutilahu di Kecamatan Kramatwatu. “Pembangunan Rutilahu ini dari CSR (corporate social responcibility)nya PT Wilmar,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan Rutilahu seluruhnya dilakukan oleh pihak Wilmar, pihak kecamatan dan Pemkab Serang hanya memberikan data masyarakat yang harus dibantu, yang masuk dalam database yang ada di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). “Dari pihak Wilmar sebelum membangun melakukan survei dulu,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain membangun Rutilahu Wilmar juga sering menyalurkan CSRnya kepada masyarakat sekitar yang masuk ring satu seperti pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis dan yang lainnya. “Kepedulian Wilmar sudah lumayan bagus, karena ada bantuan komputer ke sekolah, terus memberikan honor untuk guru madrasah,” tuturnya.

Selain menyalurkan CRS dalam bentuk pembangunan Rutilahu dan yang lainnya, Wilmar Group juga melakukan normalisasi sungai di Desa Tonjong dan di Desa Pamengkang sepanjang 3,5 kilometer, karena mengalami pendangkalan dan sering menyebabkan banjir.

“Itu alat berat, biaya, dan operatornya semua dari pihak Wilmar, dari desa dan kecamatan hanya membantu operasionalnya saja. Mudah-mdahan setelah dinormalisasi tidak banjir lagi karena airnya nanti langsung ke laut,” katanya.

Manajer Humar PT Wilmar RM Bambang Wisnumurthy mengatakan, proses serah terima bantuan perbaikan rutilahu sudah dilakukan dan program perbaikan rutilahu yang sudah dilakukan sejak tahun 2024 berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan mohon doanya program ini akan menjadi program berkelanjutan,” harapnya.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *