DaerahPendidikanUtama

BPBD Kota Serang Beri Edukasi Siswa SD Hadapi Mitigasi Kebencanaan

SERANG, jejakbanten.com – BPBD Kota Serang memberikan edukasi mitigasi bencana kepada siswa SD Negeri Banjarsari 5, Senin, 14 September 2026. Materi yang diberikan mencakup langkah penyelamatan diri saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau dan gempa bumi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang, Muhlisin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi kebencanaan yang rutin dilakukan di sekolah, masyarakat dan dunia usaha.

“Kita memperkenalkan bencana apa itu bencana, kemudian langkah-langkah menyelamatkan diri, kemudian menyelamatkan orang lain itu seperti apa. Itu kita ajarkan kepada anak-anak SD Negeri Banjarsari 5,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa dikenalkan dengan erupsi gunung api dan gempa bumi. BPBD juga memberikan arahan terkait tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Muhlisin meminta siswa menggunakan masker dan tidak keluar rumah ketika kondisi udara terdampak abu vulkanik. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara membersihkan lantai, peralatan dan barang yang terkena debu vulkanik.

“Seperti memakai masker, kemudian juga tidak keluyuran keluar rumah. Kemudian juga bagaimana cara membersihkan alat-alat, lantai, barang-barang yang terkena debu dari kawah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, materi sosialisasi BPBD mencakup berbagai potensi bencana yang ada di Kota Serang. Selain gempa bumi dan erupsi, siswa juga dikenalkan dengan banjir, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, rumah roboh, pohon tumbang serta puting beliung.

“Yang kita berikan itu artinya bencana umum, seluruh bencana yang ada di Kota Serang,” tuturnya.

Kepala SD Negeri Banjarsari 5 Kota Serang, Anton Setia Budi mengatakan, kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 4, 5 dan 6. Edukasi mitigasi bencana rencananya akan dijadikan agenda rutin sekolah.

Kegiatan ini juga dilakukan setelah sebelumnya siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. “Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat membantu siswa mengambil tindakan saat terjadi kondisi darurat,” ujarnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *