DaerahUtama

Pemkot Serang Buka Pelatihan Vokasi, 2.000 Warga Ditargetkan Ikut

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti program pelatihan vokasi melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP).

Program tersebut mencakup berbagai jenis pelatihan, mulai dari pemagangan nasional hingga tailor-made training yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani mengatakan, kelurahan menjadi pintu masuk utama untuk menjaring masyarakat yang ingin mengikuti program pelatihan tersebut.

“Jadi lurah menjadi ujung tombak untuk menginformasikan kepada warganya supaya mengikuti banyak program pelatihan,” ujarnya, Selasa 15 September 2026.

Menurutnya, setiap kelurahan dapat mengusulkan jenis pelatihan sesuai potensi ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya. “Untuk tahap awal, satu kelurahan dapat mengajukan satu kelas dengan jumlah 16 peserta,” katanya.

Misalnya, kelurahan yang memiliki potensi usaha kerajinan anyaman dapat mengusulkan pelatihan terkait keterampilan tersebut kepada BBPVP maupun Disnakertrans Kota Serang.

“Banyak. Pokoknya coba diajukan saja, apapun pelatihannya insya Allah di BBPVP ada,” tuturnya.

Pilihan pelatihan yang tersedia cukup beragam. Di antaranya pelatihan barista, operator alat berat seperti ekskavator dan buldoser, hingga bahasa Mandarin yang dijadwalkan mulai pada pertengahan September 2026.

Untuk mengajukan pelatihan, kelurahan cukup menjaring 16 warga yang berminat. Selanjutnya, proposal diajukan menggunakan format yang telah disiapkan Disnakertrans Kota Serang.

“Kalau sudah ada 16 orang, tinggal nanti diajukan proposal pengajuan pelatihannya yang sudah diberikan. Contoh proposalnya sudah ada, tinggal copy paste saja,” jelas Nafis.

Setelah proposal diterima, BBPVP akan melakukan verifikasi administrasi dan tinjauan lapangan sebelum menentukan jadwal pelatihan.

Lokasi pelatihan juga dapat disesuaikan dengan jenis keterampilan yang diajukan. “Pelatihan bisa dilaksanakan di kelurahan maupun BBPVP apabila membutuhkan peralatan khusus,” katanya.

Nafis mencontohkan pelatihan las bagi warga di wilayah yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di sektor industri. Pelatihan tersebut dinilai lebih efektif digelar di BBPVP karena tersedia peralatan dan mesin yang dibutuhkan.

“Kalau misalnya di Kelurahan Walantaka ada pabrik yang membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian las, sepertinya tidak mungkin dilaksanakan di kelurahan. Maka itu bisa dilaksanakan di BBPVP karena alat dan mesinnya ada di sana,” ujarnya.

Pendaftaran program pelatihan ini dibuka secara berkesinambungan hingga berakhirnya anggaran 2026. Pemkot Serang menargetkan sedikitnya 2.000 warga dapat memperoleh manfaat dari program peningkatan keterampilan tersebut.

Peserta tidak hanya dijaring melalui kelurahan, tetapi juga melalui kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berada di Kota Serang.

“Program BBPVP bisa disalurkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja yang ada di Kota Serang dengan melibatkan peserta yang ada di Kota Serang,” tuturnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *