DaerahUtama

Sampah Basah Pasar Rau Capai 7 Meter Kubik, DLH Siapkan Enam Titik Pengangkutan

SERANG, jejakbanten.com – Sampah basah dari aktivitas perdagangan menjadi salah satu tantangan pengangkutan sampah di kawasan luar Pasar Rau, Kota Serang.

Meski volumenya diperkirakan enam hingga tujuh meter kubik, bobot sampah cukup berat karena kandungan air yang tinggi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Arief Syahrul mengatakan lima unit truk dikerahkan setiap hari untuk menangani sampah di area luar Pasar Rau.

“Kalau kubikasi sekitar enam sampai tujuh kubik. Cuma tonasenya berat karena sampahnya basah,” ujarnya, Kamis 22 Oktober 2026.

Saat ini, DLH menangani sampah di enam titik kawasan luar Pasar Rau, yakni Blok M, pasar buah, Simpang Tiga Rau, Cangkring, PKPRI, dan samping jembatan.

“Titik-titik tersebut menjadi lokasi pengumpulan sampah sebelum diangkut petugas menggunakan truk,” tuturnya.

Setiap truk rata-rata mengangkut tiga hingga empat ton sampah per hari. Petugas melakukan pengangkutan dalam beberapa waktu, mulai pagi hingga sekitar pukul 10.00 WIB, menyesuaikan pembagian wilayah pelayanan.

Selain mengangkut sampah di titik yang telah disiapkan, petugas juga menyisir pinggir jalan untuk mengambil sampah yang masih dibuang pedagang di luar lokasi pengumpulan.

Arief menjelaskan, sampah yang ditangani DLH di area luar Pasar Rau berasal dari aktivitas pedagang. Sementara itu, pengangkutan sampah di area dalam pasar ditangani pihak pengelola tersendiri, yakni PT Pesona.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kebiasaan sebagian pedagang membuang sampah setelah pengangkutan selesai. Padahal, DLH telah mengeluarkan surat edaran yang membatasi waktu pembuangan sampah hingga pukul 06.00 WIB.

“Kadang truk sampah sudah selesai mengangkut, kemudian sampah dibuang lagi sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Truk yang sudah membawa sampah ke TPA terkadang harus kembali lagi ke lokasi,” katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pengangkutan berulang di titik yang sama.

DLH juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang serta satuan tugas terkait untuk menangani sampah di gorong-gorong dan saluran air sekitar pasar.

“Kami harap kedisiplinan pedagang dalam membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi dapat membantu menjaga kebersihan Pasar Rau sekaligus membuat pengangkutan sampah lebih efektif,” jelasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *