DaerahUtama

Intrusi Air Laut Lumpuhkan Pasokan Air Bersih ke Pelanggan di Kota Serang Tersendat

SERANG, jejakbanten.com – Gangguan pasokan air bersih Perumdam Tirta Madani Kota Serang kian meluas di tengah kemarau panjang.

Intrusi air laut yang membuat air Sungai Cibanten menjadi asin menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten berhenti beroperasi, sehingga pasokan sekitar 40 liter per detik dari sumber tersebut tidak dapat dimanfaatkan.

Dampaknya, sejumlah pelanggan di Kota Serang, termasuk wilayah Kasemen, mengalami penurunan debit air hingga aliran terhenti. Warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci piring hingga mandi.

Direktur Utama Perumdam Tirta Madani, Arif Setiawan mengatakan, intrusi air laut telah berlangsung hampir satu bulan.

Menyusutnya debit air tawar dari hulu membuat air laut dari muara terdorong masuk ke badan Sungai Cibanten hingga meningkatkan kadar garam pada air baku.

“Selama hampir satu bulan terakhir terjadi intrusi air laut yang menyebabkan air di Sungai Cibanten menjadi asin sehingga tidak bisa diolah,” ujarnya, Kamis 22 Oktober 2026.

Selain intrusi air laut, penurunan debit air akibat kemarau turut memperburuk kondisi pasokan air baku.

Kedua faktor tersebut membuat kemampuan produksi dan distribusi air bersih Perumdam Tirta Madani tertekan.

Arif menjelaskan, penghentian operasional IPA Banten dilakukan karena air sungai yang telah terintrusi air laut tidak dapat diolah menggunakan sistem pengolahan standar.

Pemaksaan penggunaan air asin juga berisiko menimbulkan korosi dan merusak pompa maupun peralatan instalasi.

“Ada dua faktor yang menyebabkan gangguan pelayanan saat ini. Pertama, penurunan debit air akibat kemarau. Kedua, intrusi air laut yang menyebabkan air sungai menjadi asin sehingga tidak bisa diolah,” jelasnya.

Berhentinya produksi dari IPA Banten membuat pelayanan air bersih saat ini bergantung pada pasokan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Itupun harus Pasokan dibagi untuk melayani dua zona di wilayah Kota Serang dan Kecamatan Kasemen,” katanya.

Keterbatasan volume air yang tersedia membuat distribusi ke pelanggan tidak optimal. Air yang sampai ke rumah warga mengalir dengan debit kecil, bahkan terputus sewaktu-waktu.

Kondisi ini dirasakan langsung warga Kasemen Bendung. Aldi, salah seorang pelanggan, mengatakan aliran air dari jaringan Perumdam tidak menentu sehingga menyulitkan warga mengatur kebutuhan air sehari-hari.

“Aliran air dari PDAM sedikit sekali, bahkan kadang-kadang tidak ada. Mungkin sekarang ada, nanti sore tidak ada lagi, begitu terus,” keluh Aldi.

Menurutnya, ketidakpastian pasokan membuat aktivitas rumah tangga ikut terganggu. Warga tidak bisa mengandalkan aliran air untuk memenuhi kebutuhan rutin karena debitnya terus berubah.

“Cukup terganggu, apalagi air dipakai untuk kehidupan sehari-hari, seperti cuci piring dan memasak. Ketika pasokan air berkurang, aktivitas juga ikut terganggu,” tuturnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *