DaerahUtama

APBD Perubahan 2026, Rp162 Miliar Disiapkan untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem di Kota Serang

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan anggaran Rp162 miliar untuk program penanganan kemiskinan ekstrem dalam rancangan perubahan APBD 2026.

Anggaran tersebut menjadi salah satu alokasi program strategis yang disiapkan Pemkot Serang dalam perubahan APBD 2026, selain anggaran untuk percepatan penurunan stunting.

Kepala Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Ina Linawati mengatakan, alokasi penanganan kemiskinan ekstrem tersebut mencapai 9,38 persen dari total APBD perubahan.

“Sedangkan untuk program penanganan kemiskinan ekstrem dianggarkan sebesar Rp162 miliar atau 9,38 persen dari total APBD,” ujarnya seusai menghadiri rapat paripurna pandangan fraksi-fraksi terhadap perubahan APBD 2026 di DPRD Kota Serang, Kamis 13 Agustus 2026.

Selain penanganan kemiskinan ekstrem, pemerintah daerah mengalokasikan Rp86 miliar untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Ina mengatakan alokasi tersebut masuk dalam program strategis yang diperhitungkan dalam rancangan perubahan APBD 2026.

Di sisi lain, struktur anggaran perubahan APBD 2026 mencatat pendapatan daerah sebesar Rp1.672.742.998.485. Sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp1.735.261.983.997.

Selisih pendapatan dan belanja menghasilkan defisit Rp62.518.985.512. Defisit tersebut ditutup menggunakan penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA tahun anggaran 2025 hasil audit BPK sebesar Rp73 miliar.

“Penutupnya dari penerimaan pembiayaan, yaitu SILPA tahun 2025 hasil audit BPK sebesar Rp73 miliar. Jadi secara total sudah seimbang,” katanya.

Ia juga menjelang, alokasi fungsi pendidikan dalam perubahan APBD 2026 sebesar Rp567 miliar atau sekitar 32 persen dari total anggaran. Sementara anggaran infrastruktur mencapai Rp608 miliar atau 35,05 persen.

“Rancangan perubahan APBD 2026 selanjutnya masih akan dibahas bersama DPRD Kota Serang sebelum ditetapkan menjadi perubahan APBD,” jelasnya.

Pembahasan akan mencakup rincian program dan alokasi anggaran, termasuk penggunaan anggaran untuk penanganan kemiskinan ekstrem dan program strategis lainnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *