Pendangkalan Pelabuhan Karangantu Kota Serang Ganggu Aktivitas Kapal Nelayan
SERANG, jejakbanten.com – Pendangkalan yang terjadi di jalur Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang kembali dikeluhkan nelayan dan anak buah kapal (ABK).
Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas pelayaran, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan membawa banyak sampah ke area pelabuhan.
ABK kapal nelayan Karangantu, Bagyo mengatakan, jalur pelabuhan yang dangkal membuat kapal kerap kandas saat keluar maupun masuk pelabuhan. Situasi itu semakin parah ketika hujan deras terjadi di wilayah hulu sungai. “Kalau musim hujan parah. Airnya kencang, kapal bisa nyangkut,” ujarnya, Selasa 2 Juni 2026.
Menurutnya, derasnya arus air tidak hanya menyulitkan pergerakan kapal, tetapi juga membawa berbagai jenis sampah hingga potongan kayu ke sekitar alur pelayaran.
Sampah yang terbawa arus kerap tersangkut pada baling-baling kapal sehingga mengganggu operasional saat melaut.
“Banyak sampah dari sana masuk ke baling-baling. Kadang ada kayu juga sampai bisa merusak baling-baling,” katanya.
Ia meminta pemerintah segera melakukan pengerukan karena kondisi pendangkalan sudah sangat mengganggu aktivitas nelayan. “Sangat mengganggu. Apalagi kalau musim hujan,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan nelayan rajungan Karangantu, Narwadi. Ia mengatakan sedimentasi yang terjadi di alur pelabuhan sudah berlangsung lama dan membuat akses keluar masuk perahu semakin sulit.
Narwadi berharap pengerukan segera dilakukan untuk mengurangi endapan lumpur yang terus menumpuk di kawasan pelabuhan.
“Pokoknya kalau bisa segera dikeruk saja. Lumpur sudah tinggi, sampah juga banyak kalau hujan, jadi nyangkut di baling-baling kapal, itu bisa rusak,” ucapnya. (rk/yd/jb)
