OlahragaUtama

Perserang Alami Kerugian Materil & Moril Pasca Penundaan Kembali Liga 2

SERANG,jejakbanten.com – Ditundanya kembali kompetisi Liga 2 oleh pihak PSSI pusat dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), membuat Perserang Serang alami kerugian baik moril maupun materil. Hal ini disampaikan Manajer Laskar Singandaru, Babay Karnawi, saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (30/9/2020).

Babay menerangkan, awalnya PSSI dan PT LIB sudah menetapkan, pertandingan Liga 2 dengan format home tournament akan dijalankan pada 17 Oktober mendatang. Sayangnya, izin dari pihak kepolisian yang mempertimbangkan aspek pandemi virus corona atau Covid-19 tidak didapat.

 “Pasti ada kerugian, apalagi sudah ada beberapa pemain yang latihan dan manajemen sudah memberikan isyarat akan mengumpulkan penggawa pada 1 Oktober. Mereka juga kan ingin berlaga di liga, karena bermain sepakbola menjadi mata pencarian,” paparnya.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Jibay ini mengaku jika dihitung, manajemen Singa sudah mengalami kerugian berkisar Rp 700 juta sampai satu miliar rupiah. Angka tersebut untuk gaji pemain, pelatih, ofisial, hingga sewa mess tim.

“Dari awal persiapan sampai sekarang, di catatan saya hampir Rp 700 juta. Peruntukannya untuk gaji, persiapan pertandingan, hingga sewa mess,” ucapnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti sekarang, hampir semua klub berteriak. Soalnya klub terancam bangkrut, karena tidak ada pemasukkan dari pertandingan, sementara pengeluaran harus mereka berikan.

“Hampir semua klub berteriak dengan adanya penundaan kompetisi yang tidak jelas tersebut. Bahkan klub bisa bangkrut, karena harus bayar gaji pemain, pelatih, ofisial, sedangkan pemasukan tidak ada. Tapi mau bagaimana lagi, karena adanya Covid-19 ya kita ikut aturan,” tuturnya.

Kini, pria yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup DPRD Kabupaten Serang itu berharap PSSI dan PT LIB secepatnya memberikan jadwal ulang. “Katanya penundaan hanya satu bulan saja. Semoga tidak lebih. Kalaupun melewati, ya tetap ikut saja karena tidak ingin kena hukuman yang menyebabkan Perserang turun kasta,” pungkasnya.(yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *