
3.500 Lulusan SD di Kota Serang Tak Tertampung di SMP Negeri
SERANG, jejakbanten.com – Sekitar 3.500 lulusan SD dan sederajat di Kota Serang tahun ini diperkirakan tidak tertampung di SMP negeri.
Untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar sekaligus menjaga keberlangsungan sekolah swasta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memasukkan sekolah swasta ke dalam sistem penerimaan murid baru secara online.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, daya tampung SMP negeri di Kota Serang hanya mencapai 8.559 kursi yang tersebar di 27 SMP negeri dan dua SMP satu atap negeri.
Sementara jumlah lulusan SD dan sederajat mencapai sekitar 12.000 lebih siswa.
“Daya tampung SMP negeri sekitar 8.559 siswa, sedangkan lulusan SD sekitar 12 ribu siswa. Artinya ada sekitar 3.500 siswa yang nantinya akan terdistribusi ke sekolah swasta,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sekolah swasta memiliki peran penting dalam menampung peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri.
“Karena itu, sekolah swasta kini dilibatkan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026,” katanya.
Melalui sistem yang terintegrasi, calon peserta didik dapat melihat dan memilih sekolah swasta saat melakukan pendaftaran secara online.
Kebijakan ini sekaligus menjawab keluhan sejumlah sekolah swasta yang selama ini kerap kekurangan peserta didik baru.
“Swasta sekarang masuk dalam sistem. Mereka dilibatkan dalam penerimaan secara online dan juga ikut dalam pembahasan kebijakan penerimaan murid baru,” jelasnya.
Ahmad Nuri menilai pelibatan sekolah swasta penting untuk menciptakan pemerataan jumlah peserta didik.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat mencegah sekolah swasta kehilangan murid hingga berujung pada penutupan operasional.
Menurut dia, keberadaan sekolah swasta tidak bisa dipisahkan dari sistem pendidikan di Kota Serang karena turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan.
“Jangan sampai ada sekolah yang kekurangan murid terus-menerus. Karena itu swasta kita libatkan dalam sistem agar masyarakat juga memiliki pilihan dan distribusi siswa lebih merata,” tuturnya.
SPMB Kota Serang tahun ini juga mengalami perubahan komposisi jalur penerimaan.
Jalur domisili mendapat kuota 50 persen, jalur prestasi 25 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi 5 persen.
Dibanding tahun sebelumnya, kuota jalur prestasi mengalami peningkatan. Menurut Ahmad Nuri, perubahan itu memberi kesempatan lebih besar kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik untuk masuk ke sekolah tujuan.
“Jangan melihat sekolah dari status negeri atau swasta. Yang paling penting adalah proses pendidikan dan pembentukan karakter anak. Semua sekolah memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan generasi muda,” ujarnya. (rk/yd/jb)
