Penurunan Stunting Jadi Program Prioritas Kecamatan dan Pemkot Serang
SERANG, jejakbanten.com – Penurunan angka stunting menjadi program prirotas baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kota, berdasarkan arahan langsung dari Pemerintah Pusat untuk menurunkan hingga 14 persen pada 2024 mendatang.
Meski pun secara nasional, angka stunting dan gizi buruk di Kota Serang masih di bawah dari rata-rata, namun saat ini masih berada di 20 persen.
Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan, program penanganan untuk penurunan angka stunting di Kota Serang menjadi prioritas baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota Serang.
Sebab, dalam arahan Presiden Joko Widodo atau Pemerintah Pusat, penurunan stunting di daerah menjadi program nasional dan ditargetkan tuntas pada 2024 mendatang.
“Minimal diangka 14 persen untuk penurunan angka stunting. Memang Kota Serang ini masih di bawah rata-rata dan merupakan yang paling kecil dibandingkan daerah lain di Indonesia,” katanya, Senin 30/1/2023.
Menurut Subadri, penurunan angka stunting di Kota Serang tidak akan sulit jika dilakukan secara bersama-sama dan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan perannya masing-masing dengan maksimal.
“Karena kan siapa berbuat apanya itu sudah jelas. Stunting ini bukan hanya satu OPD dan bukan juga Pemerintah Kota Serang, tapi seluruh masyarakat pun terlibat untuk menurunkan angka stunting,” ungkapnya.
Masyarakat, ujar dia, harus peka terhadap warga lainnya yang berada di wilayahnya apabila ada tetangganya yang kekurangan. Sebab, stunting terjadi karena faktor lingkungan yang paling memengaruhi. “Harus peka, kalau memang kesulitan cukup laporkan ke pemerintah supaya dapat tindakan langsung,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, stunting terjadi akibat beberapa faktor, yang utama adalah lingkungan dan ekonomi. Sehingga, masyarakat juga ikut berperan dalam penurunan stunting di daerah. “Jelas, karena kan kami juga perlu melakukan suvei, dan masyarakat ikut berperan di sini,” tuturnya.
Saat ini, berdasarkan data, stunting di Kecamatan Kasemen sudah mulai mengalami penurunan yang cukup lumayan dan kini Kecamatan Curug menjadi yang tertinggi. “Saat ini bukan Kecamatan Kasemen yang jumlah gizi buruk dan stunting yang tinggi. Tapi sekarang Kecamatan Curug yang paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya,” tuturnya. (rk/yd/jb)

