DaerahNewsUtama

Perumdam Tirta Madani Kota Serang Suplai Air Industri di Kasemen

SERANG, jejakbanten.com,- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Madani Kota Serang menjalin kerja sama dengan PT Jaya Dinasty Indonesia (JDI) untuk menyuplai kebutuhan air bersih di sektor industri di wilayah Kecamatan Kasemen.

Langkah ini diambil sebagai upaya bersama guna memfasilitasi investasi sekaligus mencegah eksploitasi air bawah tanah yang berisiko merusak lingkungan.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh menyediakan sarana dan prasarana dasar bagi investor, khususnya pemenuhan air bersih.

Karakteristik wilayah Kasemen yang berada di kawasan pesisir dengan kondisi air bawah tanah yang payau, menjadikan kehadiran pasokan air bersih siap pakai dari Perumdam sangat krusial.

​”Kebutuhan industri di sana kurang lebih 60 liter per detik. Kerja sama antara Perumdam Tirta Madani dan PT JDI ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme. Kami mengelola air permukaan, bukan air tanah, sehingga investasi berjalan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujarnya, usai penandatanganan kerja sama di Kota Serang.

Melalui skema pemanfaatan air permukaan sungai yang diolah oleh instalasi Perumdam, Pemkot Serang juga berpotensi meraup peningkatan pendapatan daerah (PAD) yang cukup signifikan dari sektor industri.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami saling menguntungkan, simbiosis mutualisme antara Perumdam dengan PT JDI,” katanya.

​Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang Arif Setiawan menjelaskan, kontrak kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun.

Distribusi pasokan air akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres di lapangan, mengingat kawasan industri tersebut saat ini masih dalam masa konstruksi.

​”Pada tahap pertama selama tiga bulan ke depan, kami menyuplai minimal 500 kubik air per bulan dengan kapasitas eksisting 10 liter per detik. Memasuki bulan keempat, volume suplai akan ditingkatkan menjadi 2.500 kubik per bulan,” tuturnya.

Dia juga menjamin pasokan untuk industri ini tidak akan mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat. Saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten milik Perumdam memiliki kapasitas desain 40 liter per detik.

Dari kapasitas tersebut, layanan untuk 2.000 Kepala Keluarga (KK) atau Sambungan Rumah (SR) yang ada telah terpenuhi seluruhnya, sehingga masih terdapat sisa kapasitas cadangan (idle) sekitar 20 liter per detik.

Pendapatan bertahap dari penjualan air permukaan ini dengan tarif Rp7.000 per kubik. Pada tahap awal, pendapatan berkisar Rp3,5 juta per bulan, yang kemudian melonjak menjadi Rp17,5 juta per bulan pada bulan keempat.

​”Target jangka panjang dalam lima tahun ke depan, kapasitas akan dioptimalkan hingga 60 liter per detik. Dengan proyeksi kebutuhan industri mencapai 10.000 kubik per bulan, Perumdam berpotensi meraup pendapatan hingga hampir Rp1 miliar,” jelasnya.

​Sementara itu, General Manager (GM) PT JDI, Tomi menuturkan, kebutuhan total pasokan air di kawasannya akan terus berkembang dinamis mengikuti aktivitas para penyewa lahan (tenant).

“Saat ini, tercatat ada delapan perusahaan yang sedang dalam tahap konstruksi dan tiga perusahaan lainnya tengah menyelesaikan administrasi lahan,” ujarnya.

Dia memastikan PT JDI akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga regulasi lingkungan dengan tidak melakukan pengeboran air tanah secara mandiri. ​

“Kami sepenuhnya bergantung pada dukungan Perumdam Tirta Madani dan tidak akan melakukan pengeboran air tanah,” pungkasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *