DaerahUtama

Angkanya Capai 8.000 Lebih, Pemkot Serang Lakukan Upaya Turunkan Kemiskinan

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini sedang berupaya untuk menurunkan angka keluarga miskin yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 8.799 keluarga.

Bahkan, jumlah tersebut masuk ke dalam kategori miskin ekstrem, berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin mengatakan, Pemerintah Kota Serang akan berupaya menurunkan angka kemiskinan tersebut, melalui sejumlau program percepatan penuntasan kemiskinan.

Mulai dari kelompok usaha bersama (KUBE), hingga program-program unggulan lainnya yang telah terprogram pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang.

“Sudah ada beberapa kegiatan di Dinsos. Seperti kelompok usaha bersama, seperti jasa tenda, bengkel dan segala macam, itu sudah kami siapkan, bahkan sudah dianggarkan,” katanya, Selasa 29/8/2023.

Program yang disusun Pemkot Serang, kata Subadri, sebenarnya dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sehingga, lowongan pekerjaan yang saat ini cukup sulit didapatkan dapat terbantu dengan kelompok usaha bersama, yang ke depannya dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang terjadi di Kota Serang.

“Sekali pun memang penganggarannya itu belum maksimal. Tapi kita terus berupaya, dan saya akui melihat dari kemampuan anggarannya, memang minim, tapi kita ikhtiar saja dulu,” jelasnya.

Meski demikian, dengan angka yang dinilai cukup tinggi tersebut, Pemkot Serang akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan angka tersebut benar-benar riil.

“Makanya, data miskin ini harus riil dulu. Karena kan ada bantuan juga dari pusat, seperti bantuan langsung tunai (BLT), RTLH, dan lainnya,” paparnya.

Kepala Dinsos Kota Serang, Toyalis mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan untuk melakukan pendataan ulang, melalui inventarisir dan validasi data tersebut.

“Nanti, kita verifikasi dan validasi, untuk memastikan apakah mereka masuk ekstrem atau tidak. Karena memang sekarang ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujarnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *