Diprediksi Banjir Rob, Warga Pesisir Banten Diimbau Waspadai Fenomena Bulan Purnama
SERANG, jejakbanten.com – Stasiun Maritim Merak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang mengimbau masyarakat pesisir di wilayah Banten khususnya untuk waspada terhadap terjadinya banjir rob yang diprediksi terjadi hari ini akibat fenomena bulan purnama.
“Fenomena ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” ujar Prakirawan Stasiun Maritim Merak BMKG Serang Trian Asmarahadi, Rabu 9/7/2025.
Dia menyebutkan, terdapat sejumlah wilayah yang akan berdampak dan berpotensi meningkatnya pasang-surut air laut pada 10 Juli 2025, akibat adanya fenomena bulan purnama.
Kemudian, perige atau jarak terdekat bumi dan bulan pada tanggal 20 Juli 2025, serta bulan baru pada 24 Juli 2025 mendatang. Pada bulan Juli ini akan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob dan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Banten,” jelasnya.
Sejumlah wilayah tersebut, yaitu Pesisir Utara Tangerang meliputi Kecamatan Teluk Naga dan Kecamatan Kosambi mulai Tanggal 5 hingga 13 dan 20 sampai 26 Juli 2025.
“Lalu, di pesisir utara Serang meliputi Kecamatan Kasemen Kota Serang, Kecamatan Pontang dan Kecamatan Tirtayasa di Kabupaten Serang pada tanggal 10 sampai 13, dan 23 hingga 25 Juli 2025 mendatang,” paparnya.
Kemudian, di Pesisir Selat Sunda Barat Kabupaten Pandeglang meliputi Kecamatan Labuan, pada 12 sampai 14 dan 23 hingga 27 Juli 2025.
Pesisir Selatan Pandeglang di Kecamatan Cikeusik pada 10 sampai 15 dan 19 hingga 28 Juli 2025, serta Pesisir Selatan Kabupaten Lebak yang meliputi Kecamatan Bayah pada 10 sampai 15 dan 19 hingga 28 Juli 2025.
“Masyarakat, terutama para nelayan dan yang tinggal di wilayah pesisir diminta untuk waspada sebagai upaya antisipasi dari terjadinya banjir rob, dampak dari pasang maksimum air laut,” tuturnya. (rk/yd/jb)

