DPRD Kota Serang Soroti Ribuan Anak di Kota Serang Tidak Sekolah
SERANG, jejakbanten.com – Ribuan anak di Kota Serang tercatat masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS), dan sebagian lainnya putus sekolah.
Hal itu terungkap dari data Dashboard Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, yang mencatat sebanyak 8.000 anak usia produktif dengan rentang usia 7 hingga 18 tahun.
Rata-rata, faktor penyebabnya didominasi oleh pernikahan dini, dan dari ribuan jumlah tersebut, baru sekitar 4.200 anak yang berhasil diverifikasi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Serang TB Udra Sengsana mengungkapkan, persoalan anak tidak sekolah di Kota Serang merupakan masalah kompleks dan dapat mengancam masa depan sumber daya manusia (SDM).
“Angka ATS dan anak rentan putus sekolah menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, salah satu penyebab paling dominan yang memaksa anak-anak meninggalkan bangku sekolah karena tingginya angka pernikahan usia dini.
“Salah satu temuan yang paling menonjol adalah pernikahan dini. Ini menjadi penyebab dominan mengapa anak-anak kita berhenti bersekolah. Ini juga concern kita ke depan bagaimana untuk menekan angka tersebut,” ungkapnya.
DPRD Kota Serang juga mengidentifikasi adanya penyakit sosial lain yang memicu tingginya angka anak tidak sekolah.
Seperti rendahnya motivasi anak, dan minimnya dukungan orang tua, hingga jerat ekonomi keluarga yang menjauhkan anak-anak dari bangku sekolah.
“Data pernikahan dini memang cukup tinggi dan menarik perhatian, tapi kita tidak bisa tutup mata pada faktor lain seperti bullying dan kurangnya dorongan orang tua,” jelasnya.
Udra mendorong optimalisasi program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Serang terutama Serang Cerdas dan Serang Mengaji.
Misal Serang Mengaji berpotensi yang bisa membentuk karakter anak sekaligus meningkatkan kesadaran sosial dan keagamaan, yang dapat menekan pernikahan dini dan perundungan.
“InsyaAllah itu bisa mencegah bullying. Jika kesadaran sosial-keagamaan meningkat, angka pernikahan dini otomatis bisa ditekan,” tuturnya. (rk/yd/jb)

