Dinkes Kota Serang Sebut Efek Samping Obat HIV Jadi Alasan Pasien Berhenti Pengobatan
SERANG, jejakbanten.com – Efek samping obat antiretroviral (ARV), menjadi alasan utama sejumlah pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) memilih berhenti melakukan pengobatan.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Usep Khudory mengungkapkan, efek samping obat antiretroviral atau ARV cukup berdampak, mulai dari rasa mual, pusing, hingga batuk berdarah, yang membuat para pasien akhirnya memutuskan berhenti meminum obat rutin.
Namun, tidak semua pasien HIV mengalami efek samping yang sama, dan bervariasi pada setiap pasien bergantung pada kondisi tubuh serta penerimaan tubuh terhadap obat tersebut.
“Efek sampingnya berbeda-beda. Ada yang mual, pusing, bahkan batuk berdarah. Tapi pengobatan tidak boleh berhenti, dan harus dijalani seumur hidup. Kalau putus, virus akan aktif lagi dan bisa memicu komplikasi,” jelasnya.
Selain itu, sebagian penderita HIV sering berpindah domisili ke daerah lain seperti Kabupaten Pandeglang dan Tangerang, sehingga proses pemantauan dan pengobatan menjadi terputus.
Kondisi tersebut menyebabkan pasien kehilangan akses kontrol dan berdampak pada tingginya risiko kematian.
“Dari tahun 2018 sampai 2025 tercatat 122 orang meninggal dunia akibat HIV. Sebagian besar disebabkan gagal pengobatan atau berhenti minum obat karena efek samping yang tidak mereka tahan,” katanya.
Saat ini, dikatakan dia, Dinkes Kota Serang terus berupaya menekan penyebaran HIV dengan menggandeng sejumlah organisasi pendamping, seperti Andaru dan BMG untuk melakukan pendekatan kepada penderita agar tidak putus pengobatan.
“Yang paling penting adalah kesadaran diri penderita dan dukungan lingkungan. Selama mereka patuh minum obat dan rutin kontrol, mereka tetap bisa hidup sehat dan produktif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin menuturkan, Puskesmas dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam memantau serta menangani penyakit-penyakit tersebut.
“Bahkan, selama ini kami bersama para kader selalu berupaya melakukan kunjungan kepada masyarakat dalam hal penanggulangan penyakit itu,” katanya. (rk/yd/jb)

