DaerahUtama

Bulog Hentikan Pasokan ke 15 Pengecer MinyaKita yang Jual di Atas HET

SERANG, jejakbanten.com – Perum Bulog Cabang Serang menghentikan distribusi MinyaKita kepada 15 pengecer mitra yang kedapatan menjual minyak goreng subsidi tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan MinyaKita dijual sesuai ketentuan pemerintah.

Kepala Perum Bulog Cabang Serang, Eko Nugroho, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pengawasan bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan.

“Ada sekitar 15 pengecer yang kami temukan menjual di atas HET. Mereka sudah mendapat teguran dan kami tidak mendistribusikan lagi MinyaKita kepada pengecer tersebut,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, Bulog tidak akan segan membekukan hingga mencabut kerja sama dengan mitra yang terbukti melanggar aturan penjualan.

“Kalau dalam lingkup mitra Bulog dan menjual di atas ketentuan, pertama kami bekukan. Kalau masih melakukan pelanggaran, izinnya kami cabut,” jelasnya.

Eko menjelaskan HET MinyaKita saat ini berada di angka Rp15.700 per liter untuk konsumen. Seluruh mitra Bulog diwajibkan menjual sesuai harga tersebut.

Ia mengakui masih ditemukan MinyaKita dijual hingga di atas Rp20 ribu per liter di sejumlah tempat. Namun kondisi itu umumnya terjadi pada pedagang yang tidak bermitra langsung dengan Bulog.

“Mungkin tidak semua pedagang di pasar merupakan mitra pengecer Bulog. Karena itu masih ada harga yang tidak sesuai HET di lapangan,” katanya.

Untuk memperkuat pengawasan, Bulog menggandeng Satgas Pangan dan pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan terhadap distribusi dan penjualan MinyaKita di wilayah Serang Raya dan Cilegon.

Saat ini Bulog Cabang Serang memiliki stok MinyaKita sebanyak 405.384 liter. Stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Serang Raya dan Cilegon selama sekitar satu bulan ke depan.

“Dengan stok yang ada saat ini saya rasa masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan sebelum stok habis kami sudah mendapatkan tambahan pasokan,” paparnya.

Selain untuk kebutuhan pasar, MinyaKita juga disalurkan dalam program bantuan pangan pemerintah. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh minyak goreng sebagai bagian dari paket bantuan bersama beras.

Eko menyebut Bulog saat ini melayani sekitar 500 hingga 600 pengecer yang terdiri atas pedagang pasar, koperasi, Rumah Pangan Kita (RPK), dan mitra lainnya di wilayah Serang Raya dan Cilegon.

Untuk menjaga pengawasan distribusi, setiap pengecer dibatasi mengambil sekitar 20 hingga 30 dus dalam satu kali pengambilan. Satu dus berisi 12 liter MinyaKita dengan kemasan satu liter maupun dua liter.

Menurut Eko, masyarakat maupun pedagang yang ingin menjadi mitra Bulog dapat mendaftar secara daring dengan melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami membuka kesempatan bagi pedagang untuk menjadi mitra resmi. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan pasokan langsung dari Bulog dan menjual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *