DaerahUtama

Akui Belum Ramah Disabilitas, Pemkot Serang Janji Pasang Lift Hingga Rekrut Juru Isyarat

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengakui jika sejumlah kantor pemerintahan, termasuk di Sekretariat Daerah (Setda) dan Sekretariat Dewan (Setwan), masih perlu dibenahi dalam menyediakan akses yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

​Asisten Daerah (Asda) III Kota Serang, Subagyo menanggapi sorotan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Serang.

​”Tadi disampaikan dari Forum Difabel berkaitan dengan ramah disabilitas. Memang masih ada beberapa OPD, termasuk di kantor Setda sendiri, yang dianggap belum ramah disabilitas,” ujarnya, Kamis 27 Agustus 2026.

​Meski selama ini fasilitas tersebut sudah ada, ia tidak menampik bahwa sarana yang tersedia masih jauh dari standar kelayakan dan kerap menyulitkan para penyandang disabilitas.

Ia juga memastikan seluruh masukan dari forum tersebut akan dijadikan bahan evaluasi mendesak bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​”Masukan-masukan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi teman-teman OPD dan Pemerintah Kota Serang untuk perbaikan ke depan,” jelasnya.

​Sebagai langkah konkret menjawab tuntutan publik, Pemkot Serang berencana merombak sejumlah sarana fisik yang selama ini dikeluhkan.

Perbaikan itu meliputi pengadaan lift di gedung Setda untuk mempermudah akses hingga lantai tiga, perbaikan jalur kursi roda, serta pemasangan karpet atau karet pengaman pada titik-titik jalan yang licin dan membahayakan.

“Nanti kita akan pasang lift untuk ke lantai tiga Setda. Kemudian membenahi akses infrastruktur lainnya supaya lebih ramah disabilitas,” katanya.

​Tidak hanya urusan fisik, Pemkot Serang juga berjanji segera menyelesaikan persoalan hambatan komunikasi bagi penyandang tunarungu dan wicara.

Opsi penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) kini tengah dimatangkan, baik melalui program pelatihan khusus bagi pegawai front office di setiap OPD maupun dengan merekrut tenaga profesional.

​”Termasuk juga menyediakan juru bicara isyarat (JBI). Nanti apakah pelatihan bahasa isyarat bagi petugas pelayanan di OPD untuk mempermudah komunikasi dengan penyandang tuna rungu dan tuna wicara, atau kami rekrut dari JBI,” pungkasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *