DaerahUtama

BBWSC3 Alokasikan Rp26 Miliar Untuk Penanganan Banjir dan Pemeliharaan Sungai

SERANG, jejakbanten.com – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) tahun ini menganggarkan sekitar Rp26 miliar yang diperuntukkan guna penanganan banjir serta pemeliharaan sungai yang tersebar di wilayah Provinsi Banten.

Sementara ini untuk penanganan banjir jangka pendek baru dilakukan normalisasi, khususnya di aliran sungai Cibanten.

Kepala BBWSC3 Dedy Yudha Lesmasa mengatakan, tahun ini pihaknya menganggarkan Rp26 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Provinsi Banten.

Termasuk melakukan sejumlah kegiatan baik normalisasi maupun pemeliharaan di sungai Cibanten, serta sungai-sungai lainnya yang teridentifikasi menjadi penyebab banjir.

“Tahun ini kami ada beberapa kegiatan di sungai Cibanten untuk penanganan permanen kurang lebih Rp26 miliar. Kemudian ada pemeliharaan sungai yang tersebar (Se Banten),” ujarnya,, usai rapat koordinasi identifikasi dan penanganan banjir Provinsi Banten di kantor BBWSC3, Rabu 14 Januari 2026.

Sedangkan, kata dia, untuk penanganan banjir jangka panjang saat ini baru masuk proses usulan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan nilai sekitar Rp822 miliar.

Penganggaran tersebut diperuntukkan guna pembangunan tanggul, serta sejumlah kegiatan normalisasi sungai yang ada di wilayah Banten.

“Itu masih dalam proses usulan untuk penanganan jangka panjang secara komprehensif dari hulu hingga hilir sungai-sungai yang menjadi penyebab terjadinya banjir,” jelasnya.

“Mulai dari normalisasi, pembangunan tanggul, hingga pembuatan check dam untuk menahan pendangkalan dari sedimentasi,” lanjut Dedy.

Kemudian, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas aliran irigasi dan sempadan Sungai Cibanten khususnya.

“Jadi kita berbagi tugas sesuai dengan kewenangannya. Mengenai bangunan liar, kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kota dan pemerintah daerah lainnya,” ungkapnya.

Walikota Serang, Budi Rustandi menuturkan, pihaknya akan melakukan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempersiapkan penanganan banjir sekaligus penertiban bangunan liar.

“Nanti kita rapat lagi di pemkot untuk tindak lanjutnya. Sambil mempersiapkan untuk menurunkan alat berat,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *