DaerahUtama

Cuaca Ekstrem, 2 Rumah Roboh dan 705 Jiwa Terdampak, Berikut Penjelasan BPBD Kota Serang

SERANG, jejakbanten.com – Sebanyak 705 jiwa dan 643 rumah di Kota Serang terdampak banjir pasca diguyur hujan semalaman pada Jumat hingga Sabtu 8 Februari 2025 dini hari.

Bahkan, akibat cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan dua rumah warga roboh di Kecamatan Serang dan Kasemen.

Tak hanya itu, sebuah pohon tumbang juga terjadi dan menimpa pondok pesantren di lingkungan Sungak, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, yang mengakibatkan sebagian atap bangunan mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang merilis data kejadian akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Untuk data yang berhasil kami himpun, totalnya ada 18 kejadian banjir, satu pohon tumbang, dan dua rumah roboh pada kejadian cuaca ekstrem yang terjadi Jumat malam hingga Sabtu dini hari kemarin,” jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Selasa 11/2/2025.

Dari data itu, ia menyebutkan, terdapat 643 rumah yang terdampak banjir, dan sekitar 705 jiwa, dari 643 Kepala Keluarga (KK). “Saat hujan itu kita langsung monitoring dan menurunkan semua personel,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, beberapa wilayah yang terkena dampak banjir cukup parah berada di Kecamatan Serang, Walantaka, dan Kecamatan Kasemen.

“Bahkan saat kejadian, ketinggian air ada yang mencapai sskitar 80 sentimeter, di lingkungan Gang Gabus Kelurahan Cinanggung. Kemudian, lingkungan Cinanggung di beberapa lingkungan RT. Ada 150 rumah terdampak dan 300 jiwa,” ungkapnya.

Diat juga mengaku, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah rumah warga yang terkenda dampak banjir, dengan menyebar sejumlah personel.

“Jadi beberapa petugas itu menyebar untuk membagikan bantuan logistik. Sampai sekarang ini juga kita masih memantau dan monitoring,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *