OlahragaUtama

Kalahkan Pegulat Jatim, Desi Sinta Segel Emas PON

PAPUA, jejakbanten.com – Pegulat putri andalan Banten, Desi Sinta sukses menyegel medali emas PON XX Papua. Kepastian itu didapat usai dirinya mengalahkan wakil Jawa Timur Aifiya Kurniawati pada partai final yang berlangsung di GOR Hiaf Sai Merauke, Sabtu (9/10/2021) sore.

Tampil di final kelas 68 kg, Desi langsung bermain agresif di babak pertama. Namun Aifiya tidak kalah cerdik dengan tetap berusaha mencari celah untuk menjatuhkannya. Namun, tidak ada gerakan yang menghasilkan poin tertinggi dan kedua pegulat sama-sama mengumpulkan dua poin di babak pertama.

Pada babak kedua, pertandingan kembali berjalan ketat. Baik Desi maupun Aifiya tidak menghasilkan kuncian maupun bantingan hingga sembilan menit jelang laga berakhir. Namun di sembilan detik itu Desi melakukan manuver yang mampu memaksa Alfia keluar lingkaran dan meraih dua poin tambahan dan keluar sebagai tambahan.

Sementara medali perunggu kelas 68 kg dibawa pulang Tasya Fatimah ke Kalimantan Timur setelah menang angka atas wakil Jawa Barat Nidha Jeyan Nurrida. Sebelumnya Nidha adalah lawan Desi di semifinal.

“Syukur Alhamdulillah Desi bisa meraih kemenangan meski tadi lawan memberi perlawanan ketat. Saya juga berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Banten atas prestasi ini, juga terima kasih pada Ketua Umum KONI Banten ibu Rumiah atas dukungannya selama ini,” tegas Haryanto.

Namun lanjut Haryanto tugas untuk bisa meraih prestasi masih banyak, karena ada empat atlet lagi yang akan bertanding. Kami akan berusaha untuk bisa memenuhi target mempertahankan 2 medali emas, sambil mengintip peluang menambah medali emas lainnya,” tegas Haryanto.

Hj. Rumiah Kartoredjo usai menerima kabar dari cabor gulat menyatakan rasa bangga atas apa yang dicapai Desi dengan mempertahankan medali emas pada PON kali ini. Berlinang air mata Rumiah mengucapkan terima kasih kepada Desi atas perjuangan di matras pertandingan.

“Saya optimis apa yang diraih Desi akan memacu semangat empat pegulat lainnya untuk mengantarkan Banten Cemerlang di Bumi Cendrawasih. Saya berterima kasih pada semua atlet yang terus berusaha meraih medali emas meski perjuangannya tidak ringan,” ucap Rumiah sambil menguasap air mata.

Tambahan medali emas Desi dan 1 medali perunggu cabor dayung nomor TBR (Tradisional Boat Race) 1.000 m mengantar kontingen Banten kembali naik ke posisi 10 klasemen perolehan medali menggeser posisi Sumatera Utara. Banten mengoleksi 7 medali emas, 9 medali perak dan 20 medali perunggu. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *