DaerahUtama

Pemkot Serang Bangun Komitmen Menuju Kota Layak Anak 2022

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang membangun komitmen menuju Kota Layak Anak 2022.

Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, menyampaikan untuk mewujudkan sebagai Kota Layak Anak pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi dengan berbagai elemen terlihat pada Camat dan lurah yang merupakan lembaga papling terdekat dengan lapisan masyarakat.

“Kami undang dari berbagai kesatuan, dari pihak pemerintah ada dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan forum-forum pemerhati anak,” ucapnya, Selasa (25/1/2022).

Lebih lanjut, Anthon mengatakan inti untuk menunju Kota Layak Anak harus memenuhi 25 Indikator yang tergabung di dalam lima cluster.”24 Indikator harus dipenuhi apabila kita ingin menjadi Kota Layak Anak di tahun 2022 ini. Seperti halnya adanya kelembagaan atau peraturan yang menyusun perihal itu untuk soal itu Kita sudah buat Peraturan Wali Kota (Perwal), begitupun juga tersedia infrastruktur sarana dan prasana (Sarpras) di ruang publik yang ramah anak dan lain sebagainya,” ujarnya

Selanjutnya, Ia menegaskan kesepakatan membangun komitmen tersebut, bukan melandaskan untuk mendapatkan penghargaan semata. Tetapi, ada nilai-nilai yang terbangun walaupun sejak tahun 2007 Kota Serang sampai saat ini penilaian Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA masih Pratama belum ada peningkatan.

“Tetapi Kami berpikir penghargaan merupakan bonus dari tindakan dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan, itu hanya bentuk reward yang terpenting implementasinya yang terus bisa diterapkan untuk terus menerus,” tegasnya.

Sedangkan, Ketua Forum Anak Kota Serang, Sulistiawati mengungkapkan rasa bangga dan bahagia Kota Serang sedang mengupayakan sebagai Kota Laya Anak.

“Kami atas nama Forum Anak Kota Serang, merasa senang sekali Pemkot Serang sedang berupaya menjadikan Kota Layak Anak ini sangat penting sekali,” ungkapnya.

Tetapi, Ia berpendapat menjadi Kota Layak Anak bukan mengarah kepada penghargaannya saja. Tetapi mampu terciptanya penerapan sebagai Kota Layak Anak dengan mengedepankan implementasinya sedangkan penghargaan bonus saja. “Kami merasa senang bisa dilibatkan dalam pembahasan Kota Layak Anak ini,” pungkasnya. (fj/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *