DaerahUtama

Proses Pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Dilanjut

SERANG,jejakbanten.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali melanjutkan pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara, meski masih dalam pandemi virus corona atau Covid-19. Saat ini, prosesnya tengah fokus pada branding dan master plan (rencana induk).

Hal itu disampaikan oleh Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat memimpin rapat proses pembangunan Pusat Kajian Kita Kuning Syeikh Nawawi Albantani di Pendopo Bupati Serang, dengan menghadirkan pihak Konsultan Pembuatan Branding Grafis Wisata Religi dari PT. Tuju Semesta yakni Bimo Ari Wibowo.

“Rapat ini terkait lanjutan untuk program kita membuat pusat kajian kitab kuning Syeikh Nawawi Albantani yang sudah direncanakan terkait dengan branding dan master plan,” ujar Tatu didampingi Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Hamdani Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Irawan Noor, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Anas Dwi Satya Prasadya, Kamis (21/1/2020).

Ia mengajak agar wisata religi yang ada di Kabupaten Serang harus terus dikembangkan. “Kita harus bangga punya daerah untuk dijadikan wisata religi,” ucapnya.

Dia berpesan kepada jajaran Pemkab Serang dalam hal tersebut Disparpora untuk tidak surut dalam merealisasikan pusat wisata religi khususnya Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Albantani. “Jangan surut kalau nanti terkendala pendanaan kita pikirkan. Disparpora jangan dulu menyerah dengan keterbatasan anggaran sebelum kita belum berbuat apa-apa, terus berusaha koordinasikan dengan Kementerian Pariwisata,” tegasnya.

Disisi lain, dirinya berharap agar pihak konsultan maupun jajaran Pemkab Serang untuk gencar juga menyosialisasikan terkait wisata religi agar perilaku masyarakat bisa menyesuaikan. “Perilaku masyarakat harus dirubah karena berdomisili di wilayah wisata religi. Para pemuda juga harus dilibatkan dan diberdayakan, juga para pelaku UMKM dengan menampilkan wisata kuliner,” harapnya.

Sementara dari pihak konsultan pembuatan branding grafis wisata religi dari PT. Tuju Semesta, Bimo Ari Wibowo pada kesempatan tersebut menunjukan sebuah logo berupa tagline dan branding grafis wisata religi Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Albantani.

“Master plan dan branding kami siapkan sebagai bahan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat. Intinya kita akan melibatkan warga setempat,” pungkasnya.(ar/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *